Rekomendasi

Kepala Desa Jadi Dukun Pasien Terus Berdatangan di Rumah Samidi

Selasa, 21 Juni 2016 : 23.47
Published by Hariankota
hariankota.com - Kediaman Samidi, yang berada di Dusun Genengan, Tugu, Jumantono, Karanganyar, dipadati para tamu. Kedatangan ratusan tamu dirumah Kepala Desa tersebut bukan untuk mengantri beras atau mengharapkan mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM).

Namun kedatangan ratusan tamu yang rata-rata tak hanya datang dari Karanganyar saja, namun juga datang dari kota-kota lain di Jawa Timur ini, untuk berikhtiar menyembuhkan penyakit yang mereka derita.

Karena banyaknya tamu yang datang, sebuah tenda berukuran besar didirikan untuk menampung para tamu yang jumlahnya semakin hari semakin banyak yang berdatangan.

Pasalnya, sejak kabar Samidi, seorang Kepala Desa Tugu ini mampu mengobati segala penyakit, hampir setiap harinya, kediamannya selalu ramai dikunjungi warga yang berikhtiar untuk berobat.

Bahkan untuk memudahkan tamu dari luar kota tiba dirumahnya, sebuah petunjuk telah dipasang disetiap pengkolan jalan menuju rumahnya. Rata-rata, setiap harinya pasien yang datang untuk berobat tersebut mengalami peningkatan dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya.

Jika biasanya pasien yang datang rata-rata hampir mencapai 30 orang, pada setiap akhir pekan, jumlah tamu yang datang bisa mencapai 60 orang.

Saat hariankota.com tiba dirumah Samidi, Samidi tengah melihat pembangunan masjid miliknya yang hampir selesai. Awalnya, ada kesan tak bersahabat diperlihatkan Samidi pada hariankota.com.

Bahkan saat hariankota.com bermaksud mewawancarainya, Samidi enggan menanggapinya. Sebelum hariankota.com melihat sendiri metode pengobatan Samidi yang tergolong unik.

"Anda dari mana dan apa tujuannya kesini. Saya juga seorang wartawan. Kalau mau wawancara nanti setelah anda melihat metode pengobatan saya," terang Samidi sambil meninggalkan hariankota.com, belum lama ini.

Penasaran dengan apa yang diutarakannya, hariankota.com pun akhirnya mengikuti Samidi menemui para pasiennya yang telah menunggunya. Dengan dibantu dua orang asistennya, Samidi pun meminta pasien dengan jenis penyakit yang disebutkannya untuk berkumpul.

Tak ada jamipi-jampi yang biasa ditunjukan. Karena Samidi sendiri menganggap dirinya bukanlah seorang dukun atau ahli pengobatan.

Namun anehnya,begitu Samidi berteriak Sembuh sambil menjentikan jarinya, pasien yang dengan jenis penyakit tertentu yang disebutkannya, mematuhi perintahnya untuk segera meninggalkan kediamannya.

"Untuk penyakit, kangker payudara, jantung, sesak nafas, batu ginjal, kista, ambeyen, ngacung. Wis kalian kabeh sing tak sebutke mau podo waras. Saiki kanggo penyakit jantung, cobo tarik nafas dalam-dalam, kanggo kangker payudara raba payudarane dewe-dewe.

Kanggo sing kena batu ginjal, kista, ambeyen, wis kono nang kamar mandi, didelok ijek ono opo ora,"teriak Sambidi sambil meminta pasien yang disebutkan jenis penyakitnya untuk beranjak meninggalkan rumahnya.

Kemudian, Samidi pun kembali berteriak pada pasiennya untuk jenis penyakit tertentu untuk berbaris. Tak ada kontak fisik antara Samidi dengan pasiennya yang jumlahnya cukup banyak ini. Samidi pun hanya berteriak sembuh, merekapun percaya dan menuruti apa yang diminta Samidi saat diminta untuk meninggalkan rumahnya.

Menurut Samidi, dirinya bisa melakukan pengobatan karena masih ada darah keturunan dari nenek moyangnya. Awalnya, dirinya bekerja sebagai Manager di sebuah kapal pesiar. Hingga suatu ketika, dirinya bermimpi didatangi leluhurnya yang meminta pada dirinya untuk segera pulang karena banyak yang membutuhkannya.

"Jelas saja waktu itu saya tak mau. Soalnya, ini kaitannya dengan penghasilan. kalau saya keluar dari pelayaran, keluarga saya mau makan apa,"ujarnya.

Namun, rupannya permintaan itu tak hanya sekali saja didapatnya. Permintaan untuk pulang terus menerus diterimannya. Baik saat dirinya tengan zikir diwaktu malam maupun saat dirinya tengah tertidur.

"Karena terus mendapatkan mimpi agar saya pulang, sayapun pulang. tapi sebelum pulang, ada teman saya satu kapal, yang datang pada saya menceritakan kalau kakinya sakit luar biasa. Terus tanpa saya sadar, saya tepuk kaki dia yang sakit sambil bilang sembuh, dan habis itu kaki teman saya itupun sembuh,"terangnya.

Meski begitu, Samidi mengaku belum menyadari sama sekali kalau dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkannya. Hingga akhirnya, ada tetangganya yang terkena guna-guna tengah melihat dirinya sedang sholat di halaman. Kemudian, tetanggannya itu datang dan meminta dirinya untuk mengobati.

"Terus saya minta orang itu untuk wudhu. Tak lama setelah dia wudhu, terdengar suara letusan dari atas genting rumahnya dan disusul orang itu pingsan. Setelah dia sadar dari siuman, bisul-bisul nanah di sekujur tubuhnya hilang," ungkapnya.

Sejak saat itu kabar dirinya memiliki kemampuan pengobatan menyebar luas. Namun, meski Samidi disibukan dengan banyaknya pasien yang datang kerumahnya.Tapi tugasnya sebagai Kepala Desa tetap diembannya.

Hanya saja, Samidi berada di Balai Desa menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa hanya dua jam saja. Selanjutnya, dirinya kembali disibukan mengurusi pasiennya. "Saya berada di Balai Desa hanya dua jam saja. Setelah itu saya serahkan tugas desa pada perangkat desa lainnya," terangnya. (tyo)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More