Rekomendasi

Turunkan Emisi Rumah Kaca, Kalbar Dukung Green Growth

Selasa, 15 November 2016 : 11.45
Loading...
PONTIANAK - Kalimantan Barat sudah mencanangkan pembangunan hijau (Green Growth) yang ramah lingkungan dengan berbasis komoditas sebagai upaya untuk mendukung Kontribusi Pemerintah Indonesia (NDC) dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan deforestasi.

Untuk itu Gubernur Kalbar Cornelis mendukung sepenuhnya Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) yang menjadi salah satu program pemerintah nasional.

Menurut Cornelis, fokus Green growth adalah petani, dan masyarakat adat yang tinggal di kawasan hutan. "Mereka adalah tokoh utama yang berperan penting dan berada di tingkat tapak," ungkapnya kepada HarianKota.com

Disebutkannya ada tiga pilar yang dibangun, yakni, Pilar Pertama yakni memperkuat Kesatuan Pengelolaan Hutan, Mengendalikan Penggunaan Ruang dan Tata Kelola Ijin.

Pilar Kedua, yakni membangun kemitraan dengan Pihak Swasta untuk memastikan rantai pasok komoditas diproduksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, dan Pilar Ketiga yakni menjamin pembangunan rendah emisi yang inklusif dengan keterlibatan aktif masyarakat adat dan petani kecil.

“Ketiga pilar tersebut menjadi panduan kami dalam mewujudkan upaya pembangunan hijau yang sudah mulai dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir melalui kerjasama berbagai pihak," jelasnya.

Sebagai contoh untuk Pilar Pertama, sejak tahun 2010 telah terbangun dan mulai beroperasi lima KPH di lima kabupaten, yaitu Kapuas Hulu, Sintang, Ketapang, Melawi dan Kubu Raya,” tuturnya.

Terkait hutan, tanah, dan air pada tahun 2010 bersama para gubernur dunia, Mantan Bupati Landak itu sudah bertemu dan berkomitmen Perubahan iklim merupakan tantangan yang di akan di hadapi manusia di abad 21 dan masa mendatang.

Perubahan iklim di sebabkan oleh pemanasan global telah berdampak pada kondisi cuaca, termasuk perubahan pada suhu pola udara, curah hujan, aliran sungai yang tidak stabil hingga menyebabkan banjir, kekeringan.

"Dan gelombang panas yang berkelanjutkan hingga berdampak pada kebakaran dan kemarau," pungkas Cornelis. (din)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners