Rekomendasi

Hiii.. Rimbunan Pohon Bambu Ini Diyakini Pintu Keluar Masuk Ratu Kidul

Jumat, 20 Januari 2017 : 18.53
Published by Hariankota
KLATEN - Pekarangan milik Sri Lestari yang ditumbuhi rimbunan pohon bambu yang berada di pinggiran lapangan Mojo Sawit, Dukuh Mutihan, Serenan, Klaten, ini menjadikan banyak orang penasaran.

Pasalnya, rimbunan pohon bambu tersebut dikabarkan banyak dihuni mahluk-mahluk halus yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata.

Berdasarkan informasi yang diperoleh hariankota.com dilokasi, mengatakan bahwa keberadaan rumpun bambu yang terletak di pinggir lapangan Mojo Sawit, utara TPU Mutihan, Serenan, ini sudah ada sejak 40 tahun silam.

Anehnya, keberadaam pohon bambu tersebut sempat dikabarkan sebagai tempat persinggahan kereta kencana milik Nyi Roro Kidul (Cerita legenda jawa ratu pantai selatan, red).

Kabar mistis rumpun bambu atau keberadaan segerombolan pohon bambu yang berada di pinggiran lapangan Mojo Sawit, Dukuh Mutihan, Serenan, Klaten ini menjadikan banyak orang berduyun-duyun, setelah si pemilik pekarangan membuat sayembara bagi para lelaki pemberani untuk memotong segerombolan pohon bambu yang ada dipekarangannya itu.

Dalam sayembaranya, ia menyebutkan bahwa dirinya berkeinginan untuk menebang pohon bambu tersebut untuk didirikan sebuah bangunan tempat tinggal. Disebutkan dalam sayembara itu ia mencari sosok laki-laki kuat dan pemberani yang dapat menebang pohon bambu tersebut dengan mesin pemotong (Sensoo, red).

Dengan adanya kabar itu, banyak orang menjadi penasaran dengan keberadaan pohon tersebut. Meski hanya sebuah pohon bambu, tetapi banyak yang meyakini keberadaan pohon bambu tersebut terdapat pring pethuk / bambu pethuk.

Ketika dijumpai hariankota.com dilokasi, Suparman (46) warga Prambanan, Klaten, mengaku sengaja melihat pohon bambu ini untuk memastikan tentang keberadaan pring pethuk dipekarangan milik Sri Lestari.

Menurut Parman, ditempat itu dirasakannya sebagai salah satu tempat keberadaan pring pethuk.

"Saya merasakan dirumpun bambu itu terdapat pring pethuk mas. Saya datang dari jauh bersama 4 teman saya untuk memastikan keberadaan pring pethuk itu. Saya merasakan itu ada," terang, Suparman, ketika dijumpai hariankota.com disela melakukan pemotretan pohon bambu.

Terpisah, salah satu warga bernama Wiwik (43) warga Gondangsari, Juwiring, Klaten, mengatakan bahwa sejarahnya lapangan tersebut dulunya sebuah sungai Bengawan Solo yang telah dibelokkan arusnya, hingga saat ini sudah menjadi sebuah lapangan bola.

"Dulu sejarahnya lapangan itu sungai Bengawan Solo mas, karena sudah dibelokkan arusnya, sungai Bengawan Solo itu sekarang menjadi lurus dan yang dibelokkan itu sekarang sudah menjadi lapangan dengan keberadaan rumpunan bambu yang telah dianggap sebagian warga sebagai tempat wingit/angker," jelas Wiwik, ketika dijumpai hariankota.com.

Pring pethuk sendiri diyakini sebagian besar masyarakat jawa memiliki nilai kekuatan magis yang tersembunyi (mistis, red).

Pring pethuk dengan keunikan dan nilai magis yang dimilikinya saat ini banyak dicari oleh para pemburu benda-benda unik alias kolektor atau orang-orang yang memiliki keperluan dengan benda yang satu ini.

Jika dijual, benda yang satu ini memiliki harga yang cukup fantastis. (luk)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More