Rekomendasi

Bak Hotel Berbintang, Rumah Sakit Ini Klaim Terbesar Se Jawa Tengah dan DIY

Selasa, 23 Mei 2017 : 17.49
SUKOHARJO - Sebuah gedung rumah sakit megah berdiri menjulang berlantai 25, di jalan Palem Raya, kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Berkonsep cluster, RS Indriati yang berdiri diatas lahan seluas sekira 1,8 hektar ini, oleh pengelolanya di klaim merupakan rumah sakit swasta terbesar di Jawa Tengah dan DIY.

Direktur RS Indriati, Imelda Tandiyo, saat grand opening, Selasa (23/05/207) menyampaikan untuk ukuran rumah sakit swasta, RS Indriati kapasitas daya tampungnya sangat besar.

"Dalam kondisi terisi penuh, rumah sakit ini dapat menampung sekira 525 pasien rawat inap dengan beragam kelas," terangnya.

Terdapat 4 keunggulan yang menjadi kekuatan rumah sakit, yakni, adanya pusat layanan penyakit kanker, pusat layanan jantung, pusat layanan syaraf dan tulang belakang serta pusat orthopedi yang didukung peralatan medis canggih dan mutakhir.

Salah satu peralatan medis dan mutakhir tersebut, kata Imelda diantaranya, alat radioterapi Linac (Linear Accelerator), kegunaannya untuk memberikan terapi pada penderita kanker.

"Alat yang kami miliki tidak sekedar memiliki teknologi standar, namun masih ada tambahan teknologinya, dimana dosis radiasi yang di berikan kepada pasien dapat di atur sesuai bentuk massa tumor yang di idap pasien. Dengan begitu, jaringan sehat sekitar tumor tidak terkena radiasi, dikenal teknologi IMRT," katanya.

Selain itu, untuk akurasi diagnosis, rumah sakit yang bertagline, "We Work For Healthier Indoneaian" ini, alat radiologinya sudah menggunakan digital dan high definition.

Meski secara fisik bangunan rumah sakit terlihat megah, namun layanan yang diberikan untuk semua pasien umum dari semua kelas. Bagi pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga akan ditangani dan dilayani dengan baik. Sementara, untuk layanan BPJS sedang dalam proses pengurusan.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya yang didaulat meresmikan rumah sakit tersebut dalam sambutannya berpesan, agar dalam memberikan pelayanan pihak pengelola tidak membeda - bedakan antara pasien tak mampu sekelas pemegang kartu BPJS dengan pasien yang strata ekonominya di atas rata - rata atau pasien kaya.

"Kami menghimbau kepada dokter dan perawat agar selalu melayani dengan senyum, siapapun pasiennya," tandas Bupati. (Sapto)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya