Rekomendasi

BPCB DIY Ajak Pelajar Yogya Rawat Candi

Rabu, 24 Mei 2017 : 20.53
YOGYAKARTA - Candi yang merupakan struktur batu tertingkat itu harus mendapat perawatan agar tidak rusak termakan waktu dan alam. Kondisi itulah yang mendorong Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY mengajak pelajar dari berbagai sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan mahasiswa bagai kampus untuk merawat candi, salah satu peninggalan sejarah nenek moyang.

"Tiga tugas utama BPCB itu melakukan perlindungan, pengembangan, dan memanfaatkan cagar budaya. Cagar budaya heritage itu cukup banyak, salah satunya candi," kata Kasubbag Tata Usaha BPCB DIY Ari Setyastuti.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam seminar edukasi pada generasi muda untuk sadar dan merawat cagar budaya di Kampus 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Seminar ini dihadiri berbagai pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta.

"Sebagai contoh Candi Prambanan dan Ratu Boko. Yang melakukan perawatan zonasi satu kawasan candi itu dari BPCB DIY, sementara zonasi dua diluar candi oleh pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko," jelasnya.

Sebagai tempat ibadah seperti Candi Prambanan dan Candi Sewu, candi juga sebagai tempat kunjungan wisata. Dia meminta agar pengunjung tidak melakukan pengrusakan, seperti melakukan vandalisme, memindah, hingga pencurian.

"Merawat cagar budaya seperti candi itu bukan hanya tanggung jawab BPCB saja, tapi kita semua sebagai generasi penerus, masyarakat, dan juga generasi muda," katanya.

Dia juga menekankan pentingnya mengetahui cagar budaya warisan nenek moyang. Jika tidak dirawat, niscaya aneka cagar budaya seperti benda akan rusak dan hanya tinggal kenangan. Tidak melakukan pengrusakan itu salah satu bentuk nyata dalam melakukan perawatan.

"Kita sebagai generasi penerus harus mengetahui sejarah, bagaimana nenek moyang kita dulu membuat candi, kita harus mengambil inspirasi, bangga dan menjadi pelestari," katanya.

Ari mengaku ada ratusan situs candi yang tersebar di Kota Gudeg Yogyakarta ini. Wilayah Sleman merupakan jumlah paling banyak situs peninggalan sejarah candi. Tak heran jika wilayah Prambanan dijuluki sebagai Kota 1000 Candi.

Komunitas Pecinta Candi Kandong Kebo juga hadir dalam kesempatan itu. Mereka mengapresiasi kegiatan yang dilakukan kalangan mahasiswa dari UAJY ini.

"Kita dalam komunitas juga membuat akun sosmed bagi pecinta candi. Ada lebih dari 72 ribu pengikutnya, kita selalu mengajak agar candi yang merupakan peninggalan sejarah ini terus terjaga," kata Nugroho Wibisono dari komunitas itu.(dab)

Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners