Rekomendasi

Enam Tersangka Baru Mangkir Dari Panggilan Penyidik, Kapolres: Alasan Penundaan Tidak Logis

Jumat, 19 Mei 2017 : 15.45
KARANGANYAR - Tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, tidak menemukan adanya alasan yang logis terkait permintaan penundaan pemeriksaan terhadap enam tersangka baru dalam kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, usai serah terima jabatan sejumlah perwira Polri di Mapolres setempat, Jumat (19/5).

Menurut Kapolres, surat panggilan terhadap enam tersangka ini, telah dilayangkan ke empat lokasi, masig-masing ke secretariat Mapala Unisi di jalan Cik Di Tiro Jogjakarta, alamat kos tersangka, ke rektorat UII serta ke tempat tinggal asli tersangka.

Dengan demikian, lanjut Kapolres, alasan teknis soal surat penggilan karena kediaman yang jauh, bukan alasan para tersangka untuk tidak mengetahui adanya surat penggilan. Selain itu, tambah Kapolres, tim penyidik juga belum menerima adanya surat kuasa untuk mendam;pingi tersangka dalam proses pemeriksaan.

“Kami tidak menemukan adanya alasan yang logis terhadap permintaan penundaan pemeriksaan yang diajukan oleh kuasa hukum enam tersangka ini,” kata Kapolres, Jumat (19/5).

Dijelaskan kapolres,tim penyidik tetap melaksanakan agenda yang tekah direncanakan dan tetap melakukan panggilan ke dua terhadap enam tersangka.Jika tetap tidak datang, maka tegas Kapolres, akan dilakukan upaya penjemputan paksa.

“Proses terus berlangsung.Permintaan penundaan, itu hak mereka, tapi kita punya agenda lain dan tetap melakukan proses hukum agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tandas Kapolres.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim penyidik Polres Karanganyar, telah melayangkan surat panggilan kedua kepada enam tersangka baru dalam kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiyaan selama pelaksanaan TC Diksar Mapala UII.

Namun, hingga Jumat (19/5), para tersangka ini belum juga memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka. (Isw)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners