Rekomendasi

Jelang Pilkada Karanganyar 2018, Parpol Masih Malu-Malu Munculkan Calonnya

Senin, 08 Mei 2017 : 21.43
Loading...
KARANGANYAR – Menjelang Pilkada 2018, suhu politik di Karanganyar, Jawa Tengah, belum begitu terasa. Hingga kini, belum ada bakal calon yang terang-terangan mengumumkan akan maju. Partai politik juga masih malu-malu memunculkan calon bupati atau wakil bupati yang bakal diusung atau didukungnya.

Saat ini baru Juliyatmono dan Rohadi Widodo yang santer dikabarkan akan maju di Pilkada Karanganyar 2018. Juliyatmono dan Rohadi Widodo kini masih menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Karanganyar. Pasangan itu diusung koalisi Partai Golkar dan PKS.

Kelompok simpatisan pasangan incumbent tersebut, Banteng Liar, malah sudah mendeklarasikan kembali dukungannya agar Juliyatmono maju lagi di periode selanjutnya. Namun, figur lain belum ada yang mencuat.

PDIP, Partai Demokrat, PAN, PPP, Partai Hanura, Partai Gerindra, PKB yang memiliki kursi di parlemen kabupaten setempat belum berani mengumumkan bakal calonnya.

"Parpol di Karanganyar masih malu-malu kucing untuk mengumunkan calon-calonnya," kata Ketua Paguyuban Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka) Kiswadi Agus kepada Okezone, Senin (8/5/2017).

Mengingat tahapan resmi Pilkada 2018 akan dimulai Agustus nanti, lanjut dia, parpol sudah saatnya memunculkan figur yang akan diusung atau didukungnya, agar masyarakat bisa punya waktu yang cukup mengenal lebih dekat calon pemimpinnya.

Kiswadi menilai ada ketakutan akan kekalahan dialami parpol sehingga enggan mengumumkan dulu figur yang akan diusung atau didukungnya. Terlebih popularitas incumbent masih tinggi.

Parpol diminta harus lebih berani memunculkan figurnya. Kiwadi mengatakan, kader-kader muda partai banyak yang potensial.

"Keberanian itu penting sekali agar parpol itu menjadi besar nantinya. Terutama parpol-parpol baru yang ada di Karanganyar," ujarnya.

Menurutnya, parpol di Karanganyar harus belajar dari Pilkada DKI Jakarta di mana pasangan petahan yang sebelumnya memiliki elektabilitas tingga bisa kalah karena rakyat ingin perubahan.

“Kalau parpol itu cerdas, perubahan peta politik di Jakarta seharusnya bisa menjadi inspirasi pemilukada di Karanganyar," pungkasnya.


Sumber: okezone

(jum)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners