Rekomendasi

Kapolri Perintahkan Cek Alibi Pria Berinisial AL Diduga Penyerang Novel

Minggu, 14 Mei 2017 : 06.21
JAKARTA - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan akan terus mengecek alibi AL, khususnya terkait posisinya pada hari penyerangan dan satu hari pasca-kejadian.

Awalnya, polisi memeriksa dua orang berinisial M dan H yang turut diduga sebagai pelaku penyerangan. Polisi kemudian mengecek alibi M dan H.

Dugaan dua orang itu muncul dari ramainya foto yang diduga sebagai penguntit Novel beredar. Dari hasil pengecekan, seperti tiket, CCTV dan CDR ponsel, keduanya tidak ada di lokasi kejadian saat penyerangan terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, saat kejadian H sedang berada di Bekasi, sementara M sedang berada di Tambun.

Sabtu, 11 April 2017, Novel diserang air keras oleh orang tak dikenal, usai salat subuh di masjid dekat rumahnya Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelaku yang diduga dua orang langsung kabur menggunakan sepeda motor matic. Diduga ada otak pelaku di balik penyerangan Novel Baswedan dan aksi ini diduga sudah direncanakan.

Novel sebenarnya sudah merasa diikuti orang selama beberapa hari terakhir. Karena itu, ia selalu ambil jalan berbeda ketika pulang kantor--untuk menghindari ancaman.

Novel sering ganti jenis kendaraan saat berangkat maupun pulang. Terkadang naik motor, ojek, atau naik taksi online.

Pola itu membuat pelaku tak mudah membaca pergerakan Novel. Namun, ada satu kebiasaan Novel yang menurut Ketua PP Pemuda Muhammdiyah Dahnil Aznar Simanjuntak, bisa ditebak. Yakni, berjalan kaki saat pergi dan pulang salat subuh berjemaah di Masjid Jami Al Ihsan.

Spekulasi pun muncul atas peristiwa ini. Banyak yang menduga peristiwa yang dialami Novel erat kaitannya dengan kasus korupsi yang telah atau pun sedang ditangani olehnya.

Saat ini, Novel terlibat dalam penyidikan kasus megakorupsi e-KTP yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. Novel tercatat sebagai Ketua Satgas Penyidik e-KTP.

Kasus ini menyeret sejumlah nama besar, seperti Ketua DPR RI Setya Novanto, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri periode 2009-2014, Gamawan Fauzi beserta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Selain itu, Kasus Korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang juga pernah ditangani oleh Novel. Kasus yang merugikan negara sebesar kurang lebih Rp25 miliar tersebut menyeret Bendahara Partai Demokrat, M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh.

Kemudian, Novel juga berhasil mengungkap dan memenangkan kasus di pengadilan terkait kasus suap cek pelawat pada pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia tahun 2004.

Kasus itu menjerat istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Daradjatun, Nunun Nurbaeti dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar juga turut dipenjarakan oleh Novel lantaran kasus sengketa Pilkada.

Novel Baswedan kini masih menjalani perawatan intensif di Singapura. Kondisi penglihatan kedua matanya berangsur membaik pasca-penyerangan air keras.(uut)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners