Rekomendasi

Kicauan SBY Berbuah Buku

Senin, 08 Mei 2017 : 23.30
JAKARTA - Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan buku yang memuat kompilasi kicauannya--sejak Maret 2017--di linimasa Twitter.

Buku setebal 350 halaman itu diberi judul TWITTER SBY, Catatan Seorang Pemimpin di Media Sosial. Penyusunnya adalah Putu Suasta, seorang kader Partai Demokrat.

Peluncuran buku berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (7/5), beriring Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat--partai yang dipimpin SBY.

    @Umar_Hasibuan Pak, Buku TWITTER SBY ini baru diluncurkan Pak SBY kemarin di NTB. Minat? Silahkan pesan di no. 081316282861(Mario). Tks pic.twitter.com/uX5lj4gujH
    — Claudia Mo (@ClaudiaMo18) May 8, 2017

Dalam pidato pembukaan Rakernas (7/5), SBY mengatakan, dirinya berkecimpung di media sosial karena ingin berbicara langsung dengan rakyat. Ia juga menyebut main Twitter sebagai "hak asasi".

"Kalau tidak, sering dipelintir, sering dibolak-balik, tidak dimuat secara utuh (oleh media massa). Oleh karena itu, saya gunakan hak politik saya, hak demokrasi saya, hak asasi saya main Twitter," kata Ketua Umum Partai Demokrat itu, dilansir Berita Satu.

SBY juga melontarkan keluh, dengan menyebut banyak orang-orang yang tak menyenanginya di linimasa Twitter. Hal itu pula yang membuatnya mengurangi frekuensi ngetweet selama beberapa waktu terakhir.

"Banyak yang tak senang. Kemarin dalam rangka pilkada saya dihujat, diserang sana-sini. Lantas saya bertanya, boleh tidak SBY main Twitter?" ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, SBY bersama ribuan kader Partai Demokrat meneken petisi anti-hoax. Petisi itu diharapkan bisa meningkatkan kesadaran untuk memerangi kabar bohong dan informasi sesat.

Konon, petisi itu berhasil memecahkan rekor memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Menurut laporan kumparan, petisi itu diteken 9.709 orang. Sebelumnya, rekor petisi anti-hoax dipegang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan jumlah pendukung 3.000 orang.

Selain SBY, tanda tangan turut dibubuhkan oleh istrinya, Ani Yudhoyono dan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Sejauh ini, SBY masih menyandang status sebagai tokoh politik Indonesia paling berpengaruh di Twitter.

Jumlah pengikutnya (followers) mencapai angka 9,7 juta. Angka tersebut mengalahkan Presiden Jokowi (7,3 juta pengikut), dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama (6,96 juta pengikut).

SBY bergabung ke media sosial 140 karakter itu sejak 27 Maret 2013, ketika masih menduduki kursi RI-1.

Terhitung hingga Senin (8/5)--atau selama 1.503 hari di linimasa Twitter--SBY sudah mengirim 4.561 kicauan. Dengan kata lain, SBY rerata mengirim tiga kicauan per hari.

Semasa jadi orang nomor satu di Indonesia, SBY menggunakan Twitter sebagai kanal komunikasi perihal program dan kebijakan pemerintah.

Namun, pasca-lengser dari kursi RI-1, nada cuitannya mulai berubah. Ia terkesan lebih emosional dan kerap mengeluh di linimasa.

Untuk menyebut contoh, sila tengok lagi sejumlah keluhan SBY jelang Pilkada DKI 2017, yang diikuti putranya, Agus Yudhoyono.

Kala itu, berulang kali, SBY mengeluh karena menjadi korban kabar bohong dalam konteks Pilkada DKI 2017. Pernah pula, ia mengadu perihal rumahnya yang digeruduk oleh massa mahasiswa.

Kicauan-kicauan itu sering beroleh sentimen negatif di linimasa Twitter. Tak heran bila sejumlah pengamat menilai kicauan SBY menjadi salah satu penyebab kekalahan Agus dalam Pilkada DKI.

Satu catatan menarik, kicauan SBY yang berisi keluhan nan emosional menjadi inspirasi bagi Hazen Mardial, seorang pegiat musik emo. Mardial mengadaptasi cuitan SBY menjadi lirik lagu emo.

Boleh jadi, kicauan SBY terasa seperti puisi atau lirik lagu. Tiada mengherankan sebab beliau adalah pencipta lagu sekaligus musikus. Di jagat tarik suara, SBY punya catatan moncer, dengan menelurkan lima album dan empat puluh lagu.(iin)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners