Rekomendasi

Mitos Gunakan Implan Sakit adalah Salah Besar

Jumat, 26 Mei 2017 : 21.58
PONTIANAK- Mitos bahwa menggunakan Implan dan Intra Uterine Device (IUD) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dapat bergerak mengikuti jalan darah dan sakit saat di pasang, dibantah oleh anggota Tim KB Keliling BkkbN Kalimantan Barat, Bidan Rawasiyah.

Menurut bidan yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun ini, masih banyak calon akseptor pasangan alat KB yang menggunakan Implan mempercayai mitos tersebut. Menurutnya selama ini masyarakat terutama akseptor merasa takut mengunakan Implan karena banyak mendengar mitos.

"Katanya, mitos yang sering mereka dengar Implannya berjalan-jalan ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah. Dan ada yang mengatakan, pemasangan Implan dibuat luka yang sangat besar, padahal tidak seperti itu," ungkap Bidan Rawasiyah, Jumat (26/5/2017)

Rawasiyah mengatakan apa yang dikhawatirkan selama ini dapat terbukti saat dirinya ikut dalam pelayanan KB ke daerah pinggiran, terpencil dam Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan Kapal Motor (KM) Bandong dari Perwakilan BkkbN Kalbar belum lama ini.

"Saat kami layani pemasangan KB Implan dengan satu model saja, maka mereka sendiri bisa bercerita kepada teman-tamannya bahwa mitos itu tidak sesuai dengan kenyataannya," ujar Rawasiyah. 

Disisi lain, kata bidan Rawasiyah, enggannya masyarakat mengunakan Implan juga disebabkan karena rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa itu Implan khususnya tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), baik pengunaan Implan, IUD, priral, vasektomi dan lainnya.

Diakuinya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang sudah mengunakan KB dalam mempersiapkan keluarganya yang mapan, bahagia dan sejahtera. Namun pengetahuannya hanya sebatas pengunaan alat kontrasepsi suntik dan pil saja.

Ia menambahkan, untuk pemasangan Implan sangat mudah dan sama sekali tidak sakit. "Bagi petugas pelayanan KB yang sudah terlatih pemasangan Implan bisa dilimit. Hanya sekitar tiga,” tuturnya.

Dalam pelayanan KB saat mengukiti kegiatan pelayanan KB di DAS Kapuas Bidan Rawasiyah bersama tim pelayanan KB lainnya berhasil melakukan pemasangan Implan sebanyak 88 aseptor dan IUD ada 7 aseptor. Dengan perincian pemasangan Implan di Kubu Raya sebanyak 42 aseptor dan di Sanggau sebanyak 46 aseptor dan 7 aseptor lainnya memilih mengunakan IUD.(ian)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners