Rekomendasi

Polres Siapkan Kuasa Hukum Bagi Enam Tersangka Baru

Selasa, 09 Mei 2017 : 19.36
Loading...
dokumen hariankota
KARANGANYAR - Polres Karanganyar menyiapkan kuasa hokum kepada enam tersangka baru dalam kasus  dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan dalam Diksar Mapala UII yang ddilaksanakan di Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli yan dilaksanakan pada akhir bulan Januari lalu.

 Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, dalam gelar perkara penetapan tersangka baru, Selasa (09/05) kepada para wartawan, mengatakan, pendampingan olh tim kuasa hukum ini, mengingat ancaman hukuman terhadap tersangka baru ini, di atas lima tahun.

“Berdasarkan Undang-Undang, jika ancaman lebih atau di atas lima tahun, mak kami wajib untuk memberikan dan menawarkan bantuan hukum kepada para tersangka, dalam proses penyidikan,” terang Kapolres, Selasa (09/05) sore.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Rohmad Ashari, mengatakan, dalam proses pemeriksaan terhadap enam tersangka yang rencananya akan dimulai pada hari Senin, pekan depan, pihaknya menyiapkan sebanyak 35 orang penyidik.

Kasat Reskrim berharap,  para tersangka  kooperatif dan datang ke Mapolres Karanganyar untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun jika nantinya pemanggilan yang dilakukan itu tidak dihiraukan, penyidik tidak segan-segan untuk menjemput paksa dan melakukan penahanan terhadap para tersangka.

"Kita lihat koorperatif atau tidak, jika tidak kooperatif ya nanti akan kita jemput paksa," ujarnya

Sebagai mana diberitakan  sebelumnya, Polres Karanganyar menentapkan enam tersangka baru dalam kasus Diksar maut Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) yang berlangsung di Tlogodlingo Gondosuli Tawangmangu Karanganyar Januari Lalu. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Polres Karanganyar melakukan gelar perkara pada Selasa (9/5) siang.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan tersangka baru yang ditetapkan berinisial DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan juga TAR alias R. Penetapan tersangka tersebut sudah melalui berbagai mekanisme, termasuk adanya dua alat bukti yang digunakan untuk menjerat para tersangka.

Alat bukti tersebut didapatkan oleh para penyidik dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi sejak beberapa waktu yang lalu. Alat bukti juga didapatkan dari sejumlah bukti-bukti fisik seperti kamera, File foto, video serta dokumen-dokumen yang disita dari panitia Diksar. Alat bukti tersebut diperoleh penyidik dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap para saksi sejak beberapa waktu yang lalu. Alat bukti juga didapatkan dari sejumlah bukti-bukti fisik seperti kamera, File foto, video serta dokumen-dokumen yang disita dari panitia Diksar.(Isw)



Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners