Rekomendasi

Proses Pemakaman Polisi Korban Bom Di Klaten Berbarengan Kumandang Adzan Magrib

Kamis, 25 Mei 2017 : 23.15
KLATEN - Jenazah Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata dikebumikan di pemakaman di Klaten, Jawa Tengah. Kumandang Adzan Magrib mengiringi prosesi pemakaman yang diiringi isak tangis keluarga besarnya,

Prosesi keberangkatan Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata di kampung Srago Gede RT 007 /RW 005, Mojayan, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah, dilakukan dengan cara militer. Kapolres Klaten AKBP Muhammad Darwis memimpin langsung keberangkatan jenazah dari rumah duka.

Setibannya di pemakaman yang letaknya tak jauh dari rumah duka, Karo SDM Polda Jawa Tengah Kombes Edi Murbowo langsung memimpin prosesi pemakaman.

Diiringi tangis keluarga Briptu Amumerta Imam Gilang Adinata, peti jenazah perlahan diturunkan keliang Lahat dibarengi dengan tembakan salto.

Kepergian Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata memang tak disangka oleh pihak keluarga. Paman korban, Rohmat Sugiarto mengaku saat keponakannya itu pulang lima hari lalu untuk nyadran kemakam kakeknya, tak ada firasat apapun akan kepergian keponakannya itu.

Namun, Rohmat mengakui bila dirinya merasakan ada hal ganjil dan aneh pada  sosok Gilang panggilan akrabnya.

"Gilang sempat pulang untuk nyekar ke makam kakeknya. Namun sikapnya sedikit berubah," ucap Rohmat di rumah duka di Klaten, Kamis (25/5/2017).

Biasanya lanjut Rohmat, Gilang adalah sosok yang periang, supel dan ramah. Rohmat sangat mengenalnya karena sejak usia tiga tahun sudah hidup bersamanya di Klaten.

Keanehan sikap Gilang mulai terlihat sejak Gilang datang dari Jakarta. Terlihat murung dan kurang bersemangat. Padahal biasnya Gilang sangat antusias saat sadranan.

Karena ada panggilan tugas Gilang langsung kembali ke Jakarta. Rohmat sendiri mengakui bila dirinya memang melihat adanya berita tentang bom yang terjadi di Kampung Melayu.

Tapi dirinya tak mengira bila salah satu korban adalah keponakannya. Pasalnya, tak tahu bila keponakannya itu sudah pindah ke satuan Sabhara. Yang dia tahu, keponakannya itu bertugas di Polda Metro Jaya ditugaskan untuk mengawal perbangkan.

Sehingga dirinya terkejut saat menerima kabar sekira pukul 03.00 WIB, bila salah satu korban yang tewas akibat bom di Kampung Melayu itu adalah keponakannya sendiri.

"Sempat lihat ada bom.  Tapi tak menduga ada Gilang jadi korban. Baru  dapat kabar pukul 03.00 dari orangtua Gilang di Jakarta," pungkasnya.(hani)


Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners