Rekomendasi

Protes Pembongkaran Pagar, 3 Warga Malah Jadi Pesakitan

Rabu, 24 Mei 2017 : 19.55
 Tiga warga komplek perumahan Graha Safira, Desa Wirun, Kematan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, jadi pesakitan di PN Sukoharjo, dengan sangkaan menghalangi pembangunan. (Foto. Sapto Nugtoho)
SUKOHARJO -  Protes pembongkaran pagar tembok komplek perumahan berbuntut, tiga warga penghuninya, Dwi Atmoko (37), Ahmad Fathoni (42), dan Umar Salim (64), terpaksa duduk menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo. Dalam dakwaannya, oleh pengembang yang melaporkan kasus tersebut, mereka disangka telah menghalangi pembangunan jalan komplek perumahan.

Dalam sidang perdana di PN Sukoharjo, Rabu (24/05/2017), tiga warga yang mendapat dukungan dari sesama penghuni perumahan Graha Safira, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini, menyampaikan, semula protes yang mereka lakukan merupakan akumulasi kekesalan atas pengingkaran pengembang terhadap site plan komplek perumahan.

Ahmad Fathoni yang juga sekretaris paguyuban warga perumahan ini mengatakan, sebelumnya warga kesal setelah protes mereka tak ditanggapi. Bahkan warga pernah melaporkan kasus ini pada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. Pengembang dinilai secara sepihak telah merobohkan tembok perumahan sebagai pembatas komplek perumahan.

Ia mengungkapkan, warga membeli rumah dan menempatinya mulai 2009 silam. Awalnya, total ada 70 unit rumah dibangun pihak pengembang. Selanjutnya pada 2011, dilakukan pengembangan dengan membangun 40 unit rumah baru yang lokasinya bersebelahan, berbatasan pagar tembok perumahan lama. Dalam pengembangan itu, pengembang berusaha menjebol tembok untuk menghubungkan perumahan lama dengan yang baru.

”Kami menolak karena pembongkaran tanpa ada sosialisaai. Kami tidak asal "pokok'e" (kaku- red) jika sebelumnya diajak musyawarah terlebih dulu. Awal membeli rumah disebutkan konsepnya sistem cluster. Namun dalam perjalanannya ada perubahan site plan tanpa ada pemberitahuan. Protes kami tak digubris dan pengembang tetap nekat melakukan penjebolan,” ujarnya.

Diketahui, sebelum kasus ini bergulir ke meja hijau, pengembang perumahan Graha Safira, Anwar Baraja telah mengklaim, pengembangan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur. Ia mengaku sudah meminta izin dari pihak terkait dan ijin dimaksud sudah keluar.

"Jadi, yang kami lakukan itu merupakan perintah dari aturan yang sudah keluar. Selain itu, beberapa waktu sebelumnya, pihaknya sudah melakukan upaya mediasi dengan warga, namun tidak membuahkan hasil," tandasnya. (Sapto)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners