Rekomendasi

Sidang Tragedi Diksar Mapala UII: Terdakwa Blak-Blakan Ungkap Peran Enam Tersangka Lain

Rabu, 24 Mei 2017 : 19.52
Loading...
KARANGANYAR - Setelah sempat ditunda, sidang kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII dengan terdakwa Waluyo dan Angga Septiawan, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar.

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) tersebut, dipimpin ketua majelis hakim, Mujiyono.Sedangkan dua terdakwa, didampingi tim kuasa hukumnya, Acil Suyanto.

Dalam surat dakwaannya, tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin oleh  Heru Prasetyo tersebut, terungkap peran enam gtersangka baru yang juga ikut melakukan tindak kekerasaan dan penganiayaan terhadap para peserta, termasuk kepada tiga peserta yang meninggal dunia.

Menurut JPU, para terdakwa, dalam melaksanakan fungsi dan perannya, tidak melaksanakan sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.Menurut JPU, dugaan penganiayaan sudah dilakukan setelah para peserta menerima materi pedesaan.

“Sejak hari pertama dan usai menerima pedesaan, para peserta telah menerima tindak kekerasan dari dua terdakwa serta para operasional lain, yang dimulai dari lokasi titik kumpul menuju ke lokasi Diksar yang berjarak 1,5 kilometer.Bahkan mereka disambut dengan kata-kata, selamat datang di lembah penyiksaan,” kata Heru Prasetyo  dalam surat dakwaannya.

Dalam surat dakwaan setebal 48 halaman yang dibacakan secara bergantian oleh tiga JPU,  dugaan tindak kekerasan dan penganiyaan terus berlanjut mulai hari pertama yang dilaksanakan Diksar.Dalam setiap pemberian materi, baik materi navigasi, hingga survival di lokasi, para peserta selalu mendapat tindak kekerasan, baik berupa tendangan, tamparan dan pukulan dengan menggunakan ranting dan kayu api unggun.Pukulan dan tendangan ini diberikan karena peserta tidak dapat menjawab pertanyaan operator.

Pada hari pertama inilah, M. Fadli, salah satu korban meninggal sempat akan mengundurkan, namun justru mendapat tindak kekerasan dan dipaksa untuk tetap mengikuti Diksar hingga selesai. “Dua terdakwa memukul dan menendang korban yang akan mengundurkan diri,” ujar JPU.

Dan puncaknya, menurut JPU, pada hari Kamis 19 januari 2017 dan pada hari Jumat 20 Januari, dugaan kekerasan yang dilakukan oleh terdakwa bersama enam tersangka baru lain,  terus dilakukan.Korban  meninggal F Fadli, Syait Asyam,  Nurpadmi Listiadi,paling banyak menerima hukuman fisk, meskipun ketiganya sudah tidak kuat untuk melanjutkan Diksar.

“Usai mengikuti materi, M Fadli yang saat itu sudah dalam kondisi lemah, harus dibopong oleh rekan-rekannya.Fadli bahkan mengatakan, Sudah, aku ditinggal saja, aku sudah tidak kuat,” lanjut JPU.

Karena kondisi yang terus lemah, akhirnya  M Fadli dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu.dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter, M Fadli dinyatakan meninggak dunia.Akhirnya panitia menghentikan kegiatan dan seluruh peserta kembali ke Jogja.Selang dua hari kemudian, Syaits Asyam dan Nurpadmi Listiadi, juga meninggal dunia.Berdasarkan ahsil visum dokter, keduanya meninggal didga akibat tindak kekerasan dan penganiyaan.

Sidang yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, selanjutnya ditunda untuk mendengarkan nota keberatan atau eksepsi dari tim penasehat hukum kedua terdakwa.sidang akan dilanjutkan pada tanggal 31 Mei mendatang. (Isw)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners