Rekomendasi

Surat Kiai Sepuh ke PKB Beredar, IPI Minta Para Kiai Jangan Berpolemik

Rabu, 24 Mei 2017 : 21.55
Loading...
SURABAYA - Munculnya Surat 21 Kiai Sepuh kepada PKB terkait Pilgub Jatim memunculkan polemik. Forum Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) menganggap bahwa Kiai terlalu melakukan intervensi terhadap partai politik. Ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) RK Zaini Ahmad meminta kepada para Kiai baik Kiai Sepuh dan Kiai Kampung untuk menahan diri tidak berpolemik terkait Pilgub Jatim ini.

"Sebentar lagi kita menghadapi bulan penuh berkah yakni Ramadhan, marilah semua pihak untuk bisa menahan diri dengan menlakukan gerakan puasa politik,"jelas Zaini  di Surabaya, Rabu (24/5/2017).

Puasa Politik artinya semua pihak menahan diri untuk tidak mengumbar statement-statement di media. Kata Zaini, statement yang dikeluarkan oleh orang yang mengatasnakan Nahdhotul Ulama (NU) untuk tidak membuat resah seluruh warga NU. IPI sendiri tidak melarang warga NU untuk berpendapat apapun terkait Politik. Namun, pendapat tersebut mengatasnamakan pribadi dan bukan atas nama lembaga yang menyangkut warga NU.

Sementara sikap IPI sendiri terhadap dinamika politik tetap netral secara kelembagaan namun pihaknya tidak melarang anggota IPI untuk memihak siapapun. "Saya tegaskans sekali lagi, jika anggota IPI ada yang bermain politik itu secara individu bukan atasnama organisasi," tegasnya. IPI sendiri saat ini memilik 16 ribu anggota pondok pesantren (ponpes) dari 28 ribu lebih ponpes di Indonesia. Sementara dari 4.600 lebih ponpes di Jatim yang menjadi anggota IPI sekitar 1.900. IPI sebagai pemersatu ponpes dan IPI juga berjuang untuk peningkatan kualitas dan kuantitas ponpes.

Zaini juga menyebut, polemik Kiai Kampung dan Kiai Sepuh terkait Pilgub Jatim jika terus berkembanga akan merugikan warga NU sendiri. Dikhawatirkan, polemik ini akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain di luar NU. Untuk itu,sebagaiknya para Kiai NU baik di Struktural maupun Kultual berkosenterasi kepada pembangunan umat. (ulu)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners