Rekomendasi

Syafii Maarif: Pemimpin Negeri Haruslah Negarawan

Kamis, 25 Mei 2017 : 23.27
Loading...
YOGYAKARTA - Bangsa Indonesia bisa bertahan hingga ribuan tahun jika dari kader partai politik muncul negarawan. Munculnya negarawan itu di semua bidang, baik tingkat desa hingga nasional.

Pernyataan itu disampaikan Syafii Maarif dalam forum Dzikir Kebangsaan oleh Pengurus Daerah Baitul Muslimin Indonesia Yogyakarta pada Rabu, 24 Mei kemarin.

"Apa beda negarawan dan politisi ? Ikuti kebutuhan jangka pendek, pragmatis itu politis," kata tokoh nasional yang akrab disapa Buya.

Sementara negarawan, kata dia, adalah sosok yang memikirkan bangsa dan negara untuk ribuan tahun mendatang, lebur di situ.

"Seorang negarawan pasti politisi, tapi politisi belum tentu negarawan," imbuh Guru Besar Sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah itu khawatir dengan kondisi kebangsaan di era sekarang yang tergerus aneka masalah baik dari dalam maupun dari luar. Ada sebagian dari warga bangsa Indonesia yang disebutkan berperilaku tidak bermoral, koruptif dan sebagian ada yang terjebak garis keras.

Buya Syafii berharap semangat nasionalisme yang telah ditumbuhkan oleh pendiri bangsa bisa terus digelorakan untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Apalagi, kata dia, saat ini setelah 71 tahun kemerdekaan masih ada yang nasibnya belum beruntung. Saat ada sebagian dari warga kaya raya bisa naik pesawat, yang lain hanya bisa melihat pesawat terbang.

Jurang kesenjangan ini, kata dia,  harus bisa diatasi lewat hadirnya sosok negarawan yang mengelola negara Indonesia. Sudah sepantasnya negarawanlah yang meminpin negeri ini.

"Kita harus bisa meniru apa yang pernah dilakukan oleh Soekarno-Hatta. Ada baiknya lagi bagi kita semua membaca lagi dua buku penting yaitu pidato Hatta tahun 1927 berjudul Indonesia Merdeka juga buku Indonesia Menggugat yang ditulis Soekarno pada 1930, harus kita baca lagi sejarah bangsa ini," urainya.

Kegiatan Dzikir Kebangsaan yang diselenggarakan di halaman kantor DPD PDI Perjuangan DIY, di Badran Yogyakarta tersebut berlangsung sehari penuh dengan di awali kegiatan semaan Al Quran dari para penghafal Al Quran atau hafidz dari Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak Yogyakarta. Lalu, diisi dengan orasi kebangsaan oleh Syafii Maarif dengan moderator Zuly Qodir.

Rangkaian acara ditutup dengan dzikir bersama untuk mewujudkan Indonesia yang damai dipimpin oleh Kyai Habib Syakur, pimpinan pondok pesantren Al Imdad Bantul.

Bambang Praswanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY menyatakan pelaksanaan dzikir kebangsaan yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan ini bertujuan agar bisa menciptakan kedamaian di Yogyakarta dan tanah air pada umumnya.

Dzikir kebangsaan yang melibatkan juga beragam elemen undangan ke tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren di Yogyakarta menjadi wujud nyata guna menggalang kekuatan bersama untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita ingin menghadirkan kedamaian, kita bertekad mempertahankan NKRI, Pancasila ideologi negara karena kita yakin Pancasila tidak bertentangan dengan agama dan kepercayaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika kita perlukan, dan sepakat bahwa UUD 1945 adalah kontrak politik yang membawa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur," katanya(dab)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners