Rekomendasi

Walah, Gara-gara Proyek Anggota DPR Berkelahi Di Kuburan

Minggu, 07 Mei 2017 : 21.02
MAKASSAR - Suasana duka di acara pemakaman mantan Wakil Wali Kota Makassar Sulawesi Selatan Supomo Guntur, Ahad (23/4/2017) itu gaduh. Saat para pelayat sedang mengubur jasad sang mantan wakil wali kota, tiba-tiba terdengar suara keributan di antara kerumunan pelayat.

Menurut saksi mata yang ada di lokasi, keributan itu ternyata berasal dari dua pelayat yang berkelahi. Kedua orang yang berkelahi itu bernama Muhtar Tompo, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Hanura dan Syamsuddin Karlos, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PAN. Perkelahian itu mengundang perhatian pelayat yang sedang menguburkan jenazah. Beruntung mereka langsung dilerai pelayat lainnya.

"Tiba-tiba berkelahi padahal banyak sekali orang untung banyak yang lerai," kata Sulaeman, salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa ini seperti dilansir Kompas.com, Ahad (23/4/2017).

Penyebab perkelahian dipicu oleh ketersinggungan Syamsuddin terhadap kata-kata yang dilontarkan Muhtar. Saat melayat, keduanya sempat membicarakan soal proses pembebasan tanah untuk waduk Karaloe di Kabupaten Gowa. Saat itu Muhtar bilang proses pembayaran lahan waduk yang terletak di Kecamatan Biringbulu dan Kecamatan Tompbulu itu banyak ditentang warga karena tidak memiliki standar harga.

"Tiba-tiba dia (Syamsuddin) tersinggung dan saya dibilang tidak paham situasi dan mau tampar dan tendang saya tapi saya cepat menangkis dan menghindar," kata Muhtar.

Menurut Syamsuddin, dirinya memang tersinggung dengan ucapan Muhtar yang mengeluarkan kata-kata sebagian besar uang ganti rugi lahan diambil jin. "Jadi saya marah tapi saya tidak memukul malah dia yang duluan serang saya dengan memukul pundak saya," kata Syamsuddin.

Setelah urusan pemakaman selesai, kedua legislator ini rupanya saling melapor ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jeneponto. Sekitar pukul 23.00, Muhtar melaporkan Syamsuddin atas tuduhan penganiayaan kepada dirinya.

Dia mengaku terpaksa melaporkan Syamsuddin atas desakan pendukungnya. "Semalam (Ahad) saya laporkan dan ini terpaksa saya laporkan demi menghindari konflik antar-keluarga mau pun pendukung," ujarnya, Senin (24/4/2017).

Mengetahui dirinya dilaporkan, Syamsuddin balik melaporkan Muhtar pada Senin (24/4/2017) pukul 02.00 ke Mapolres Jeneponto. Syamsuddin menganggap Muhtar telah mencemarkan nama baiknya dan melakukan pembohongan publik.

"Padahal, dia sudah katakan bahwa tidak akan memperpanjang ini masalah tapi buktinya dia lapor," ujarnya.

Sumber: kompas

(rus)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners