Rekomendasi

8 Tahun Masuk DPO, Pengusaha ini Akhirnya Jadi Pesakitan di Pengadilan

Rabu, 19 Juli 2017 : 17.58
ilustrasi
SUKOHARJO - Masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 8 tahun, seorang pengusaha showroom jual beli mobi Ali Budiono (56) warga jalan Slamet Riyadi, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, yang dilaporkan telah menggelapkan buku bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB) para pembeli mobil di showroomnya.

Ali akhirnya duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo. Diduga akibat perbuatannya sudah memakan banyak korban. Namun, saat ini baru satu korban yang melakukan pelaporan hingga proses peradilan. 

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantiene Baba mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Rabu (19/7/2017) menyampaikan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melaporkan.

Meski saat ini terdakwa Ali Budiono sudah menjalani proses persidangan, hal itu tak menghalangi kepada warga lain yang juga menjadi korban untuk menuntut keadilan atas perbuatannya.

"Siapapun, warga masyarakat yang merasa menjadi korban kejahatan, silahkan datang untuk melapor, pasti akan kami terima dan di proses sesuai KUHP," terang Rifeld.

Pengusaha keturunan Tionghoa ini, selama masuk DPO bersembunyi di Kalimantan Timur, tepatnya di Komplek Bukit Siaga Indah No. 50 RT 27, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan. Satreskrim Polres Sukoharjo berhasil menangkapnya, pada 24 Februari 2017 lalu.

Dari informasi yang diperoleh, Ali dilaporkan ke polisi atas kasus penggelapan sejak 26 September 2008 silam. Adapun, pelapornya Adi Basuki (57), warga Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang mengaku menjadi korbannya.

Hingga kini, dalam tahapan proses persidangan di PN Sukoharjo, Selasa (18/7/2017) kemarin, jaksa menuntut Ali dengan kurungan penjara selama 2 tahun dengan jerat pasal 372 KUHP dimana ancaman hukumannya maksimal 4 tahun. (Sapto/jum)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya