Rekomendasi

Arsitek Ditantang Buat Prarancangan Gedung UII Yogyakarta

Kamis, 20 Juli 2017 : 20.28
YOGYAKARTA - Para arsitek ditantang untuk membuat prarancangan Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Cik Di Tiro No 1 Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Sayembara prarancangan ini terbuka untuk umum.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY, Ahmad Saifudin Mutaqi mengatakan pilihan melakukan sayembara karena ingin mengikutkan peran masyarakat lebih luas. Menurut dia karya arsitektektur akan lahir dari hasil kompetisi yang sehat.

Dia merasa yakin sayembara ini diikuti lebih dari 150 arsitek tanah air. Penutupan pendaftaran hasil karya prarancang gedung ini akan ditutup hingga 15 Agustus 2017.

"Sudah kami sebar luaskan ke IAI seluruh Indonesia untuk sayembara prarancang gedung ini," katanya pada wartawan di auditorium lantai 3 gedung tersebut, Kamis (20/7/2017).

Pihaknya menyerahkan para arsitek dalam merancang gedung ini. Karya arsitek-arsitek itu selanjutnya diseleksi oleh panitia untuk dinilai yang terbaik. Pihaknya tidak akan mengintervensi para juri karena sayembara ini ditangani oleh orang-orang profesional.

Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII Siti Nurul Ngaini mengatakan gedung di Jalan Cik Di Tiro Jogja tersebut merupakan gedung yang bersejarah dan menjadi monumen UII.

Sehingga berharap gedung baru yang dibangun nanti juga merepresentasikan semangat perjuangan UII sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai nilai idiologi dan sejarahnya.

"Tujuan sayembara ini untuk mendapatkan gagasan perancangan gedung terbaik, responsif terhadap perkembangan UII dimasa kini dan mendatang," katanya. Menurut Siti gedung tersebut merupakan gedung kedua UII, setelah gedung universitas pertama di Indonesia, yang berdiri pada 8 Juli 1945 di wilayah Ngasem Kraton Yogyakarta.

Di gedung Yayasan Badan Wakaf UII ini dulunya juga merupakan tempat pertemuan para tokoh pergerakan Bung Karno, Bung Hatta dan Kahar Muzakar. "Ini gedung bersejarah juga, tapi tidak masuk BPCB karena dibangun tahun 1970an," katanya.

Setiap kompetisi ada hadiah. Begitu juga dengan sayembara prarancangan ini. Pihak yayasan mempersiapkan hadiah menarik bagi tiga pemenang utama yakni uang tunai masing-masing Rp 100 juta, Rp 50 juta dan Rp 25 juta.

Jika sudah ada penenang, tak heran jika gedung lantai tiga ini akan diruntuhkan dan dibangun kembali dengan konsep yang terbaik. Untuk itu, pihaknya menantang para arsitek profesional untuk berkompetisi dalam sayembara prarancangan gedung ini. (dab/dwi)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners