Rekomendasi

Buka Kongres Pancasila, Jokowi Ajak Jaga Persatuan Bangsa

Sabtu, 22 Juli 2017 : 18.12
YOGYAKARTA - Presiden Joko Widodo mengemukan pentingnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan ideologi bangsa Pancasila. Tanpa persatuan, negara besar seperti Indonesia akan terpecah belah.

Bahkan, Jokowi juga memberi contoh negara di timur tengah yang tidak bisa menjaga persatuan akan mudah terpecah, seperti Afganistan. Hal itu disampaikan saat membuka 'Kongres Pancasila Ke-IX' di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

"Presiden Afganistan Ashraf Ghani menanyakan bagaimana cara mengelola kerukunan dan kesatuan Indonesia yang terdiri dari 17.000 ribu pulau, 714 suku bangsa, dan 1.100 lebih dengan bahasa lokal yang berbeda ? Hal yang sama juga ditanyakan para pemimpin dunia saat bertemu saya," kata Jokowi dalam kesempatan itu, Sabtu (22/7/2017).

Jokowi juga menyampaikan Afganiatan mirip dengan Indonesia, yang memiliki sumber daya alam yang besar. Misalnya, minyak, gas dan emas yang sampai sekarang belum dikelola karena terus menerus konflik.

Hanya terdiri dari dua sampai lima suku bangsa, Afganistan terpecah dalam 40 kelompok besar yang selalu bertentangan karena membawa kepentingan dari luar.

Jokowi juga mengatakan, negara Afganistan ingin belajar dari Indonesia dengan meminta dikirimkan delegasi yang terdiri dari menteri maupun ulama untuk berbicara kepada pemimpin kelompok yang bertikai. Atau sebaliknya mereka yang datang ke Indonesia.

"Yang tidak mereka ketahui, persatuan dan kesatuan ini karena adanya Pancasila. Sebagai negara besar, wajar saja muncul gesekan kecil. Tapi itu bisa segera diselesaikan karena Pancasila sudah menjadi jiwa semua rakyat Indonesia," katanya.

Dengan memiliki ideologi Pancasila, sekarang ini Indonesia menjadi rujukan dunia internasional dalam mengelola persatuan dan kesatuan di tengah kemajemukan yang begitu besar.

Sebagai sebuah bangsa besar, dalam menghadapi berbagai tantang dunia, Presiden mengajak semua elemen bangsa untuk bergotong royong menjaga persatuan dan menjadikan Afganistan menjadi contoh nyata kehancuran negara.

"Kita berkumpul di sini, kampus UGM, kampus yang menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa untuk berkomitmen bersama menjadi Pancasila sebagai jiwa raga dan cara hidup bangsa Indonesia," katanya.

Sementara Rektor UGM, Panut Mulyono menyatakan sejak dilahirkan pertama kali pada 2009 lalu, baru pertama kalinya pembukaannya dihadiri Presiden. Pihaknya juga meminta elemen bangsa untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat.

"Hadirnya Bapak Presiden telah membakar semangat api Pancasila di jiwa peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. UGM berkomitmen mengajak seluruh komponen bangsa untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila," katanya.

Jokowi kembali mengingatkan, agar jangan sampai arus perubahan yang begitu cepat ini merubah tatanan sosial di masyarakat. Guru, sangat berperan dalam mendidik anak-anak bangsa.

"Sebab itu Rakor Pimnas PGRI ini, saya hadir untuk mengingatkan itu. Karena pendidikan merupakan jalan panjang untuk menjawab tantangan yang ada, dalam membangun martabat bangsa," tandasnya.

Pemerintah, kata Jokowi, sudah dan akan terus menyiapkan sarana infrastruktur seperti pembangunan gedung, jalan-jalan, pelabuhan, dan lainnya. Namun, persiapan fisik itu harus diimbangi dengan persiapan lainnya.

"Infrastruktuf fisik kita persiapkan, tetapi yang lebih penting adalah persiapan Sumber Daya Manusia. Untuk memenangkan persaingan, kompetisi ini tidak ada kata lain kecuali mempersiapkan Sumber Daya Manusia, anak-anak kita harus kita persiapkan," katanya.

Guru, kata Jokowi, merupakan teladan dan panutan bagi anak didik. Untuk itu, dia mengingatkan agar guru yang memiliki tugas mendidik anak-anak untuk menjalankan profesi mulia itu dengan baik. (dab/jum)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners