Rekomendasi

Kemeriahan Halal Bihalal Yogrt Pesta'in Sekampung

Senin, 24 Juli 2017 : 19.55
YOGYAKARTA - Aplikasi media sosial berbasis lokasi, Yogrt menggelar halal bi halal bagi 4.000 warga Desa Pringombo, Gunung Kidul, Yogyakarta, sebagai pamungkas kampanye 'Yogrt Pesta’in Sekampung' pada Minggu, 23 Juli kemarin.

Desa Pringombo terpilih setelah seorang warganya, Sukiyana (30 tahun), mengikuti kampanye tersebut dengan membagikan cerita tentang kekhasan kampung halaman melalui aplikasi Yogrt.

Upayanya ini berhasil mendapatkan simpati dan dukungan suara terbanyak dari para pengguna Yogrt lainnya sehingga ia berhak menjadi tuan rumah halal bi halal di kampungnya.

Diluncurkan pada 31 Mei 2017 lalu, 'Yogrt Pesta’in Sekampung' menjadi jenis kampanye pertama yang mendorong masyarakat untuk terhubung kembali dengan orang sekitar, saling berbagi dan membahagiakan handai taulan di kampung halaman dengan memenangi halal bi halal gratis.

"Bagi Yogrt, mengumpulkan warga dengan jumlah sedemikian besar, yakni 4.000 orang, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri," jelas Jason Lim, Co-founder Yogrt dalam keterang tertulis, Senin (24/7/2017).

Terlebih, kebersamaan tersebut dalam rangka menjalin kembali silaturahmi sesama warga dengan semangat saling berbagi, berbuat baik dan bermaaf-maafan.

"Inilah yang ingin kami capai melalui ‘Yogrt Pesta’in Sekampung’. Menjadi penutup dari kampanye, halal bi halal ini merupakan bentuk dukungan dan ajakan kepada para pengguna Yogrt dan masyarakat Indonesia, untuk terus menjalankan tradisi saling berbagi dan berbuat baik, dengan cara memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar," jelasnya.

Sukiyana, pemuda asli Desa Pringombo, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, DI Yogyakarta, yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan halal bi halal terbesar di kampung halamannya itu.

Merantau ke berbagai kota sejak usia 12 tahun, Sukiyana bekerja keras membantu perekonomian orang tua dan kakaknya yang masih tinggal di desa sebagai petani.

Sebagian besar hasil jerih payahnya bekerja di perantauan, ia kirim ke kampung untuk membantu keluarga. Sering kali sebagian lagi Sukiyana sumbangkan untuk komunitas sesama perantau asal Desa Pringombo yang tersebar di seluruh Indonesia.

Uang yang terkumpul dari komunitas ini, kemudian digunakan untuk membantu terselenggaranya berbagai kegiatan kemasyarakatan yang digelar warga di Desa Pringombo.

Aktif menggunakan Yogrt sejak 2016, Sukiyana pun menuangkan kisah hidupnya tadi melalui aplikasi untuk diikutsertakan dalam kampanye “Yogrt Pesta’in Sekampung”.

Ceritanya yang inspiratif ternyata menarik perhatian pengguna Yogrt lainnya sehingga berhasil meraih dukungan terbanyak, mengalahkan lebih dari dua ribu cerita yang terkumpul dari 28 provinsi di Indonesia.

"Rasanya seperti mimpi, saya dan keluarga bisa menjadi tuan rumah acara halal bi halal bagi empat ribu warga sekampung, nggak nyangka, hanya dengan langkah sederhana, melalui aplikasi Yogrt, saya bisa memberi kontribusi luar biasa bagi kampung halaman," ujar Sukiyana.

Selain menjadi tuan rumah pesta halal bi halal ini, Sukiyana juga berhak mendapat hadiah satu unit sepeda motor dari Yogrt.

"Apresiasi yang diberikan Yogrt menjadi penyemangat bagi saya pribadi untuk terus berusaha memberikan yang terbaik, bukan hanya bagi keluarga tapi juga masyarakat sekitar," lanjutnya.

Apresiasi terhadap Yogrt juga diberikan oleh selebriti asal Sukabumi, Jawa Barat, Ananda Omesh, terlibat sejak awal dengan kampanye ‘Yogrt Pesta’in Sekampung’ membuatnya kembali meresapi makna tradisi halal bi halal yang melekat kuat dengan budaya masyarakat Indonesia.

Terlebih kampanye ini mengajak masyarakat untuk terhubung kembali dengan orang-orang sekitar dan menjunjung semangat saling berbagi dan membahagiakan banyak orang.

"Saya senang dan terharu bisa berada di sini melihat kegembiraan dan kerukunan empat ribu warga Desa Pringombo. Semoga Yogrt dapat terus mempelopori kegiatan inspiratif dan tetap mendukung tradisi serta kebudayaan khas Indonesia," katanya.

Di Pringombo, Omesh hadir mendampingi pemenang dan keluarganya untuk menyambut para tamu serta memeriahkan perayaan halal bi halal.

Diluncurkan pada 2014 lalu dan khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia, Yogrt berbeda dari media sosial lainnya, karena memberi kesegaran baru yang memungkinkan penggunanya untuk dapat dilihat, didengar dan saling terhubung tanpa bergantung pada popularitas.

Yogrt mengedepankan kesetaraan pengguna tidak harus mem-follow akun tertentu untuk mendapatkan update. Menghadirkan kemudahan untuk bersosialisasi dan membangun komunitas, aplikasi ini telah diunduh 6 juta orang di seluruh Indonesia.

Sementara, terkait “Yogrt Pesta’in Sekampung”, kampanye yang berlangsung selama hampir dua bulan ini telah berhasil menarik antusiasme para pengguna aplikasi terlihat dari besarnya jumlah cerita yang terkumpul, serta partisipasi aktif dalam memberikan dukungan kepada cerita finalis terpilih.

"Keberhasilan kampanye ini semakin memacu Yogrt untuk kian kreatif dalam mendekatkan diri dengan para pengguna kami, serta menjadi fasilitator bagi mereka untuk bisa terus berkomunikasi dengan mudah dan terhubung dengan teman-teman maupun komunitas baru.

Harapan kami, Yogrt bisa semakin diterima masyarakat dan bisa konsisten berkontribusi mendukung keberlangsungan tradisi khas Indonesia lainnya," tutup Jason. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya