Rekomendasi

Ketika Dua Rival Politik Bertemu Saat Ngundu Mantu: Isyarat Koalisi?

Sabtu, 22 Juli 2017 : 22.30
isyarat koalisi? (foto: iwan iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Ada yang berbeda dengan perhelatan ngunduh mantu yang digelar mantan wakil bupati yang juga wakil ketua DPD PDI Jawa Tengah, Paryono, yang di gelar di gedung wanita Karanganyar.

Selain dihiasi sejumlah karangan bunga, mulai dari presiden Joko Widodo dan keluarga serta petinggi negara lainnya, acara ngunduh mantu ini juga dihadiri oleh para pejabat penting, diantaranya, Mendagri Tjahyo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta wakil gubernur Heru Sudjatmoko, Sekretaris Jendral DPP PDIP Hasto Kristyanto, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, Agustina Wilujeng, serta beberapa pejabat penting lainnya.

Namun yang menarik dan menjadi perhatian para tamu undangan adalah Bupati Karanganyar Juliyatmono yang didaulat mewakili keluarga sebagai atur pambagyo harjo (ucapan selamat datang dan terimaksih kepada para tamu undangan, red), sementara Wakil Bupati, didaulat untuk membacakan doa bagi kedua mempelai.

Kasak-kusuk pun menyeruak diantara para tamu undangan. Ada yang menilai, kemesraan dua politisi yang sempat bertarung dalam pilkada tahun 2013 lalu itu, merupakan satu isyarat akan berkoalisi pada saat pilkada tahun 2018 mendatang. Disisi lain, tamu undangan juga kasak-kusuk koalisi PDIP dengan PKS.

"Bisa jadi ini sebuah pertanda, kemesraan antara Juliyatmono dan Paryono, sebagai isyarat koalisi dalam pilkada Karanganyar mendatang. Kemungkinan kedua, sebagai isyarat juga koalisi antara PKS dan PDIP. Ini analisa saya loh mas," ujar salah satu tamu undangan yang wanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Sebagian tamu undangan lain, menganggap jika acara ngunduh mantu yang melibatkan sejumlah pejabat tersebut, termasuk bupati dan wakil bupati serta pejabat lainnya, merupakan hal yang biasa. Seperti yang dikemukakan sapto, salah satu undangan.

Menurutnya, sebagai orang nomor satu di Karanganyar, sangat wajar, jika bupati dan wakil bupati terlibat dalam acara keluarga ini. Apalagi, lanjutnya, Paryono merupakan mantan wakil bupati periode 2008-2013.

"Saya pikir ini hal yang biasa. Hanya saja karena momennya menjelang pilkada, lantas dikait-kaitkan," kata dia. Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan wakil bupati Rohadi Widodo mengakui jika mereka diminta untuk ikut terlibat dalam acara ngunduh mantu ini.

Menurut bupati, Paryono merupakan salah satu atau bagian dari keluarga besar masyarakat Karanganyar. Untuk itu, lanjutnya, sangat wajar jika dirinya bersama wakil bupati ikut membantu.

"Pak Paryono kan bagian dari warga Karanganyar. Jadi jangan dikaitkan dengan soal politik lah," ujarnya sambil tersenyum. (Isw/dwi)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners