Rekomendasi

Mengharukan, Sang Ibu Kecelakaan, Bayi Malang ini Terpaksa di Asuh Relawan

Rabu, 19 Juli 2017 : 18.55
SUKOHARJO - Muhammad Resa Ardiansyah, bayi 6 bulan, terpaksa sementara waktu tak dapat diasuh ibunya, seorang pengamen jalanan yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ortopedi Dr Soeharso, Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, lantaran menjadi korban kecelakaan.

Kedua kakinya patah terlindas truk saat menyeberang jalan dengan buah hatinya dalam gendongannya

Korban bernama, Lailatus Sholikatin (24), warga Dusun Sumberpancur RT 47 / RW 01, Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri ini, kesehariannya adalah seorang pengamen.

Dia terjatuh setelah terserempet sebuah truk dari arah barat hendak berbelok ke kiri. Naasnya, pada saat jatuh, kedua kakinya terjulur tepat pada roda belakang dan seketika langsung terlindas. Sementara, anaknya selamat meski sempat terlempar di tepi jalan.

Saat ini, bayi malang tersebut di rawat anggota Satuan Emergency Relawan Indonesia (SERI) di Kartasura, sembari menunggu proses kesembuhan ibunya

"Anak tersebut berhasil diselamatkan salah satu rekan kita, anggota SERI yang pada saat itu berada dilokasi kejadian dan kini masih dirawat di Markas SERI," kata Ketua Komunitas Jogja dan Soloraya (Komjas) Zen Ramadhan, Rabu (19/7/2017)

Mengingat korban adalah warga tak mampu dan pengemudi truk pasca kecelakaan ada gelagat lepas tanggung jawab, Komjas yang merupakan komunitas beranggotakan relawan kemanusiaan lintas profesi ini berupaya menggalang bantuan untuk korban.

"Kami sudah menghubungi Dinas Sosial Kediri tempat asal korban agar mengupayakan bantuan pengobatan. Selain itu, kami akan menggalang ratusan advocat untuk menuntut tanggung jawab pengemudi maupun perusahaan pemilik truk," ujar Zen

Hal itu menurut Zen, terpaksa dilakukan karena pihak pengemudi saat diajak bermusyawarah di kantor Polisi meremehkan status sosial korban yang hanya berprofesi seorang pengamen. Bahkan, pengemudi tak mengakui keteledorannya hingga menyebabkan kaki korban terlindas.

"Kami sudah menghubungi beberapa kolega dari kalangan advokat, mereka dengan suka rela menyatakan siap membantu mengawal di jalur hukum. Untuk bantuan kebutuhkan bayi anak korban, selama dalam asuhan relawan, berdatangan dari simpati teman-teman sesama relawan.

Diantaramya makanan kebutuhan bayi, seperti susu dan pakaian bayi," terangnya.

Sementara sang ibu, menurut Zen, masih dirawat intensif di ruang ICU Wijaya Kusuma RS Ortopedi Dr Soeharso. Secara bergantian anggota Komlas tergerak ikut menunggu lantaran korban tak ada sanak saudara di Sukoharjo kecuali buah hatinya yang masih bayi.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan keluarga korban yang ada di Kediri, Jawa Timur. Bila nanti korban selesai menjalani pengobatan akan kami antarkan pulang ke sana," pungkasnya. (Sapto/fer)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners