Rekomendasi

Otak Penganiayaan Anggota Denma Kodam IX/ Udayana Ditangkap

Senin, 24 Juli 2017 : 20.54
BULELENG - Pria berinisial B alias Cesper (38) warga Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Buleleng yang diduga menjadi otak penganiyaan Pratu Gede Yasa Mataran anggota Detasemen Markas (Denma) KodamIX/Udayana ditangkap Tim Sergab Gabungan Kodam IX/Udayana, Senin (24/7/2017).

Cesper ditangkap setelah satu minggu dalam pengejaran petugas, karena diduga terlibat aksi pengeroyokan terhadap Pratu Gede Yasa di sebuah warung Bunga Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng beberapa waktu lalu.

Petugas menangkapnya, berdasar pengembangan kasus pengeroyokan yang belakangan terungkap berjumlah lima orang. Akibat pengeroyokan dan penganiayaan itu, Pratu Yasa mengalami luka sobek pada bagian kepala, perut, dan tangan.

Sedangkan keempat pelaku lainnya sudah diringkus masing-masing WAA (30), IA (20) ditangkap Jumat (21/7). Kemudian, Sabtu (22/7) CN (23) dan Cesper (38) bersama AJ ditangkap Jumat (24/7).

Informasi dihimpun menyebutkan, penangkapan berawal informasi keberadaan Cesper di Kantor Perbekel Desa Pegayaman. Tim Sergab Gabungan Kodam IX/Udayana dari Kodim 1609/Buleleng menuju ke Kantor Desa Pegayaman dan langsung menangkap pelaku.

Selanjutnya pelaku dibawa ke Makodim 1609/Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan Cesper, diketahui selain Asrom, Imam, dan Nawawi, juga ada pelaku lainnya yakni, Agus Juanidi.

Tim yang dibentuk atas intruksi para petinggi TNI yang dipimpin Lettu. Inf. Nyoman Suarka, langsung memburu Agus Junaidi yang kemudian ditangkap ditempat kerjanya di sebuah toko modern di Desa Sambangan, Buleleng.

"Dari keterangan Cesper, yang melakukan penebasan itu bukan hanya dirinya, tapi juga Imam. Imam itu yang menebas kepala anggota Pratu Yasa, kemudian dilanjutkan oleh CKesper yang menebas perut dan tangan anggota," ujar sumber di Makodim Buleleng.

Terungkap aksi brutal mereka dengan lebih dahulu membagi peran masing-masing pelaku. Cesper yang merupakan seorang residivis dan baru keluar dua bulan lalu dari LP Tabanan, diduga sebagai otak dari penganiayaan terhadap Gede Yasa.

Selain Cesper, ada Imam yang ikut membantu menganiaya Pratu Yasa menggunakan pedang, sementara Asrom, Nawawi, dan Junaidi bertugas mengeroyok sambil memantau situasi.

Skenarionya, jika Cesper dan Imam tidak bisa melawan Pratu Yasa yang berbadan besar dan gempal, mereka bertiga siap menyerang korban

"Selama ini Kesper itu sembunyi di kebun-kebun warga dan mereka malah dilindungi oleh warga di sana. Sekarang, dengan ditangkap Kesper yang juga seorang residivis, mudah-mudahan dapat menekan aksi arogan dan kriminal yang kebanyakan dari warga," sambungnya.

Dandim 1609/Buleleng, Letkol. Inf Slamet Winarko membenarkan penangkapan terhadap para pelaku penganiayaan.

Menurut Winarko, semua orang berhak membantu Kepolisian, untuk menangkap atau mengamankan para pelaku kejahatan. Selanjutnya, Cesper akan diserahkan ke Polres Buleleng untuk proses hukum lebih lanjut.

"Ya, sudah ada lima orang terduga pelaku penganiayaan kami amankan, tiga orang sudah diserahkan ke Polisi, sekarang dua orang akan kami serahkan ke Polisi, untuk proses hukum," tukasnya kepada wartawan, Senin (24/7/2017).

Penangkapan pelaku ini, berkat kerja sama semua pihak termasuk Bhabin yang bertugas disana. Kebetulan, Kesper ini kan residivis jadi banyak yang mengenal. Ini juga pelajaran bagi para pelaku, agar tidak semena-mena terhadap orang," tutupnya. (made/dwi)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners