Rekomendasi

Pemkab Tangerang Terus Awasi Kegiatan HTI

Senin, 24 Juli 2017 : 20.25
TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, terus melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik Organisasi Masyarakat (Ormas) HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) diwilayah tersebut.

Ya, pengawasan terus dilakukan seiring adanya keputusan pemerintah yang membubarkan Ormas HTI.

"Untuk HTI di Kabupaten Tangerang berstatus ilegal, karena tidak terdaftar secara resmi di Kesbangpol. Ditambah, setelah adanya penghapusan tersebut kami lakukan pengawasan lebih ketat, karena dikhawatirkan ormas tersebut masih beraktivitas secara diam-diam," terang Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat, Senin (24/7/2017).

Ahmad mengatakan, keberadaan HTI di Kabupaten Tangerang akan muncul apabila terdapat aksi-aksi ormas Islam. Sejauh ini pun, di Kabupaten Tangerang masih terpantau aman dan kondusif.

"Masih aman dan kondusif. Tidak ada pergerakan apapun dari ormas ormas. Namun, kami juga meminta agar, masyarakat tidak memusuhi anggota ormas tersebut. Hal ini untuk menjaga kesatuan persatuan NKRI," jelasnya kembali.

Sementara itu, Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Tangerang, mengimbau kepada pengurus dan anggota organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ada di daerah itu agar menghentikan seluruh kegiatannya di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Perppu Ormas Ancaman Nyata Demokrasi Pasca Reformasi

Ketua Bakorpakem Kabupaten Tangerang, Firdaus mengatakan, pihaknya meminta pengurus dan anggota HTI di kota seribu industri ini agar tidak melakukan kegiatan keorganisasian, seperti menyebarkan brosur dan pengajian.

Pasalnya, organisasi HTI sudah dibubarkan pemerintah, meski tengah berproses hukum di pengadilan. "Saya imbau HTI untuk menghentikan kegiatannya, karena organisasi ini dianggap melanggar idiologi negara," ungkap Firdaus yang juga menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Pembubaran HTI oleh pemerintah, tentunya sudah melalui tahapan dan kajian mendalam mengenai kegiatan-kegiatannya. "Kita tidak bisa merubah dasar negara ini. Nah, kegiatan HTI ini dinilai sudah membahayakan keutuhan bangsa," pungkas Firdaus. (Sly/Jum)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya