Rekomendasi

Tagih Hutang, Debt Colector ini Borgol Nasabahnya

Selasa, 11 Juli 2017 : 15.27
KARANGANYAR - Akibat tidak membayar hutang, debt collector bersama rekannya memborgol nasabahnya di Pasar Tegalgede, Karanganyar Kota. Terungkapnya kasus ini, setelah korban melapor ke Polres Karanganyar untuk meminta perlindungan.

Pada saat melapor, kondisi tangan korban masih dalam keadaan diborgol.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, dalam gelar kasus, Selasa (11/7/2017) kepada para wartawan mengatakan, kasus ini bermula ketika S (wanita, salah satu tersangka) meminjamkan uang sebesar Rp 7 juta kepada SL.

Namun hutang tersebut belum dibayar oleh SL. Menurut kapolres, S terus berupaya mencari SL, sampai akhirnya bertemu di sekitar Pasar Tegalgede Karanganyar kota.

Karena tidak ingin orang yang dicari melarikan diri, S kemudian memborgol tangan SL di sepeda motor. Selanjutnya, S memanggil G untuk membantu melakukan penagihan.

"Saat bertemu korban, tersangka S langsung memborgol tangan SL di hadapan anaknya yang masih dibawah umur dan menghubungi G untuk membantu menagih hutang," kata Kapolres, Selasa (11/7/2017).

Dijelaskan Kapolres, setelah bertemu, G yang telah dihubungi S, langsung melakukan kekerasan terhadap SL dengan menampar bagian muka. Selanjutnya, SL dibawa ke rumah salah satu kerabatnya untuk menyelesaikan hutang piutang ini, namun tidak juga berhasil.

Masih Dalam keadaan tangan terborgol, SL kembali dibawa ke salah satu rumah makan. Upaya untuk menagih hutang, belum juga ada kesepakatan. Karena terus merasa ditekan, akhirnya SL melarikan diri dan langsung melapor ke Polres Karanganyar.

"Pada saat melapor, tangan SL masih diborgol. Menerima laporan tersebut, petugas langsung melakukan pencarian terhadap kedua pelaku dan berhasil mengamankannya. Kita juga mengamankan sepeda motor yang digunakan oleh pelaku," ujar kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini S dan G yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, diamankan di Mapolres Karanganyar, serta dijerat dengan pasal 170 ayat (2) ke 1 e atau pasal 351 ayat 1 atau pasal 335 ayat 1 ke 1 e KUH Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sementara itu, menurut pengakuan S, dia nekat memborgol SL karena yang bersangkutan sulit di cari. "SL selalu ingkar janji. Setiap saya tagih, dia menghindar terus. Saya nekat memborgol, agar dia tidak lari dan segera membayar hutangnya," akunya. (Isw)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya