Rekomendasi

Waduh, Sudah Di SP 3, Lapak PKL Masih Saja Di Perjual Belikan

Selasa, 11 Juli 2017 : 20.38
SUKOHARJO - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukoharjo kembali mengingatkan kepada sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih nekat mendirikan bangunan semi permanen di sepanjang saluran air jalan Soewarno Honggopati, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Beberapa PKL yang sudah diberi Surat Peringatan (SP) 3 mengaku nekat berjualan lantaran ada yang menjamin dengan membayar sejumlah uang.

Salah satu petugas Satpol PP Sukoharjo, Parjo yang mendatangi kawasan berdirinya bangunan semi permanen tersebut pada, Selasa (11/7/2017) mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sosialsasi sekaligus mengingatkan para PKL yang masih membandel, nekat berjualan diatas saluran air maupun yang mendirikan bangunan semi permanen di bantaran saluran air.

Terkait adanya isu transaksi jual beli lahan di kawasan tersebut, Parjo mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu. Kalaupun ada, itu merupakan ulah oknum yang bukan berasal dari dinasnya.

Sesuai Perda Kabupaten Sukoharjo, No. 1 Tahun 2007, PKL dilarang berjualan di atas saluran air dan mendirikan bangunan semi permanen

"Satpol PP akan menindak tegas terhadap PKL yang masih membandel dengan mendirikan bangunan semi permanen di tempat yang tidak semestinya. Sesuai arahan, mereka diijinkan tetap berjualan dengan syarat, tidak boleh diatas selokan dan dilarang mendirikan bangunan semi permanen. Silahkan berjualan dengan tenda yang bisa dibongkar pasang," ujarnya

Sebelumnya, dalam sebuah pertemuan antara Muspika Kecamatan Grogol, Satpol PP Sukoharjo dan para PKL telah diputuskan melalui SP 3, bahwa sepanjang aliran selokan jalan Soewarno Honggopati, Kamis (13/7/2017) mendatang harus bersih dari bangunan PKL

"Ini peringatan terakhir sebelum dilakukan pembongkaran paksa. Surat Peringatan yang ketiga sudah kami berikan beberapa hari lalu. Mereka kami minta untuk membongkar sendiri," katanya

Salah satu PKL yang tak mau disebut namanya mengatakan, semula dia membayar sejumlah uang kepada seseorang yang menjamin bahwa tempatnya tidak akan digusur asal tidak diatas selokan.

Namun baru dua hari berjualan dia didatangi Satpol PP. Dengan penuh kebinggungan, PKL ini mencoba merayu petugas agar tempatnya tak di bongkar. Hanya saja upaya itu tak ditanggapi.

"Saya mendirikan warung ini memakan waktu dua bulan, dengan biaya sekira Rp 10 juta. Katanya kalau tidak diatas selokan tidak apa-apa. Sekarang baru buka dua hari sudah diminta untuk dibongkar, bagaimana ini," pungkasnya kesal. (Sapto/jum)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners