Rekomendasi

‎Alhamdulilah! Warga Jateng Tak Ada Korban Umroh Fist Travel

Rabu, 23 Agustus 2017 : 21.14
BOYOLALI - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Farhani memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima aduan dari calon jamaah umroh yang berasal dari biro umrah Fist Travel.

"Sejauh ini saya belum menerima laporan dari calon jamaah umroh melalui biro umroh Fist Travel. Semoga saja tidak ada korban biro umroh Fist Travel dari Jawa Tengah," papar Farhani di asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/8/2017).

Meski belum ada laporan korban umroh dari biro umroh Fist Travel, pihaknya telah memerintahkan Kepala penyelenggaraan haji dan umroh untuk terus melakukan pemantauan kemungkinan ada warga Jawa Tengah yang menjadi korban dari biro umroh Fist Travel.

Termasuk untuk bersinergi dengan aparat penegah hukum. Bahkan MOU dengan pihak Kepolisian sudah dilakukan. Tentu saja tujuannya untuk memberikan pembinaan terhadap biro perjalanan yang melayani umroh.

"Mereka (biro perjalanan) itukan nawaitu ngurusi jamaah untuk umroh,ngurusi jamaah untuk haji, bukankah itu mulia. Kecuali nawaitunya biro itu nakal, ya, masyarakat jadi korban," paparnya.

Diakui oleh Farhani, adanya kasus penipuan calon jamaah umroh terbesar dalam sejarah penyenggaraan umroh di Indonesia, memunculkan adanya desakan kepada Kementerian Agama agar Pemerintah tidak hanya menangani haji saja.

Tapi untuk umroh pun hendaknya pemerintah ikut menanganinya seperti haji. "Memang selama ini pemerintah hanya menangani haji reguler saja. Untuk haji khusus dilayani oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)," terangnya.

"Sedangkan untuk umroh, memang belum dilayani oleh Kementerian Agama. Selama ini ditangani oleh biro umroh. Nah, ada kasus ini banyak permintaan bila Kementerian Agama juga menangani umroh,"imbuhnya.

Sehingga kedepan, pemerintah melalui Kementerian Agama akan mengambil langkah-langkah, yaitu, melakukan evaluasi total terhadap biro yang menangani umroh.

Kedua, Kementerian Agama akan melakukan standarisasi biaya umroh. Ini dilakukan agar masyarakat tidak terkecoh atau tergiur dengan biaya umroh yang murah.

"Dalam waktu dekat, seluruh biro-biro perjalanan umroh di Jawa Tengah akan kita lakukan penertiban," pungkasnya. (mg1/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya