Rekomendasi

Aneh! Rumah Kosong Tak Berpenghuni Kok Disatroni Maling

Minggu, 27 Agustus 2017 : 18.49
BOYOLALI -  Pada umumnya kasus pencurian rumah kosong yang kerap terjadi adalah, mengambil harta benda berharga isi dalam rumah. Namun berbeda dengan kasus pencurian rumah kosong yang berhasil diungkap jajaran Unit Reskrim Polsek Sawit, Polres Boyolali kali ini

Selain menguras isi rumah korban yang berada di pinggir jalan raya Kartasura - Yogyakarta Km 17, tepatnya Dukuh Kateguhan RT 02 / RW 01 Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit, Boyolali, pelaku juga menghancurkan hampir seluruh bangunan yang ada.

Rumah tak berpenghuni dengan 2 lantai klasifikasi mewah ukuran 14 x 8 meter pesegi milik Joko Sutopo, seorang pengusaha dengan alamat tinggal Kenden RT 27 / RW 12, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten ini, kondisinya hancur total.

Aksi pencurian sadis dengan modus menghancurkan rumah korban ini sengaja dilakukan untuk mengambil material bangunan yang bernilai ekonomi untuk dijual kembali.

Adapun material yang dicuri terdiri, genting cor dilepas dari atap rumah, reng, usuk, semua kusen jendela, kusen pintu, pagar besi dan besi tulang cor lantai. Nyaris semua di bongkar paksa tak bersisa, raib diangkut pelaku menggunakan armada truk.

Rumah Joko yang semula berdiri megah saat dibiarkan kosong ini, kini hanya tinggal menyisakan rangka tembok tanpa atap, pintu, jendela, hingga pagar besi batas rumah dengan jalan raya juga sudah tak ada di tempatnya.

Informasi yang diperoleh, selain dibiarkan kosong, pemilik juga tak menitipkan pengawasannya kepada tetangga terdekat.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi melalui Kapolsek Sawit, Polres Boyolali, AKP Dwi Wahyuni, Minggu (27/8/2017) dalam rilisnya mengungkapkan, pihaknya setelah melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap satu tersangka yang di duga otak pencurian tersebut.  

"Perbuatan yang tergolong nekat dan berani ini mengakibatkan pemilik rumah menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah. Selain nekat, perbuatan tersangka juga tergolong modus baru," katanya.

Menurut Dwi, setelah mendapat laporan korban (pemilik rumah) pada 19 Agustus 2017 lalu, anggotanya kemudian berkoordinasi dengan Polres Boyolali melakukan penyelidikan secara intensif.

Dari fakta dan keterangan yang diperolah di lapangan, akhirnya otak pelaku pencurian dengan inisial DPW alias JPS (46) dapat di bekuk di tempat tinggalnya, jalan Apel III/2, RT 03/ RW 02 Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, pada Jum’at (25/8/2017) dini hari tanpa ada perlawanan.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui segala perbuatannya dihadapan penyidik dan hasil barang curian telah dijual kepada seseorang berinisial J di pasar barang bekas Klitikan Silir Kota Surakarta.

Tersangka DPW yang merupakan bapak dari 7 anak ini, atas perbuatannya dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana kurungan paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 60,-.(enam puluh rupiah).

Tersangka, tegas Kapolsek, adalah otak dari pencurian, karena melihat bangunan yang berdiri kokoh itu, tidak mungkin DPW beraksi sendirian. Meski begitu, untuk sementara belum ada tersangka lain yang ditetapkan,

"Tunggu saja karena penyidik sedang bekerja keras, melacak barang bukti lain," ujarnya

Belajar dari kasus tersebut, Kapolsek pun menghimbau kepada masyarakat, bila memiliki rumah lebih dari satu, maka rumah yang tidak ditempati supaya tidak dikosongkan.

Lebih baik dikontrakan atau dititipkan pengawasannya kepada tetangga terdekat agar kejadian ini tidak terulang di daerah lain. (Sapto/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners