Rekomendasi

Edan! Guru Ini Nekat Cabuli 4 Muridnya di Depan Anak Didik

Jumat, 11 Agustus 2017 : 17.06
KARANGANYAR - Aksi bejat AS (48), seorang guru sekolah dasar di wilayah Jaten Karanganyar ini tega melakukan pencabulan pada empat anak didiknya. Ironisnya, aksi pencabulan itu dilakukan AS didepan murid-muridnya sendri saat jam pelajaran berlangsung.

Kasus ini terungkap setelah ada salah satu korbannya yang berani melaporkannya pada polisi. Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pelaku dibekuk pada, Kamis (10/8) sekira pukul 17.00 WIB, setelah pihaknya menerima laporan pencabulan dari salah satu korbannya.

Aksi tersebut sudah dilakukan AS sejak tahun ajaran baru, yakni bulan Juni 2017 hingga 9 Agustus 2017. Modus yang digunakan pelaku untuk melakukan pencabulan anak didiknya tersebut dengan cara memanggil korban yang diincarnya untuk maju ke depan.

Untuk membantu AS mengoreksi hasil ujian siswa. Rata-rata, ungkap Ade, korban pencabulan AS ini masih duduk dibangku kelas III.

Setelah calon korbannya maju kemeja guru, AS meminta korbannya itu untuk duduk dipangkuannya. Setelah korban duduk dipanngkuannya, AS kemudian menyingkap rok korban dan kemudian meraba organ vital korbannya.

"Selain guru agama, AS ini juga Wali kelas di sekolah itu. Untuk menyamarkan aksi bejatnya, pelaku memanggil korban secara bergantian. Pelaku meminta korban membantunya mengoreksi hasil ujian murid lainnya.

Alasannya, penglihatannya sudah tidak jelas lagi. Disitulah, pelaku melancarkan aksinya," papar Ade di Mapolres Karanganyar, Jumat (11/8/2017).

Usai puas mencabuli siswinya, AS pun memberi korbannya uang sebesar Rp 2 ribu. Namun ada pula korbannya, usai dicabuli dipinjamkan handphone milik pelaku untuk dipakai bermain oleh korbannya. Sehingga, korbannya lupa akan perbuatan pelaku.

Bila ada korbannya yang melakukan perlawanan menolak untuk diraba saat dipanggil pelaku maju ke meja guru, AS tak segan-segan menggenggam tangan korbannya keras-keras. Hingga akhirnya, korbannya menuruti kemauan pelaku.

"Kasus ini terungkap saat orang tua dari keempat korban AS melaporkan kasusnya ke Satreskrim Polres Karanganyar," jelasnya. Untuk sementara jumlah korban pencabulan AS berjumlah empat orang anak.

Saat ini kasusnya dalam pemeriksaan intensif di unit PPA Satreskrim Polres Karanganyar. Dan pelaku pun mengaku mengancam korbannya agar tidak bercerita kepada siapapun. Setidaknya tindakan cabul yang dilakukan pelaku sebanyak 3 kali untuk masing-masing korbannya.

Penyidik juga sudah mengantongi bukti surat visum et repertum pada bagian vital korban. Dalam visum tersebut ditemukan luka lecet termasuk juga dibeberapa bagian tubuh lainnya.

Pelaku berinisial AS juga CPNS ini akan dijerat dengan pasal 82 ayat 2 UU RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda hingga Rp 5 Miliar rupiah.

Sedangkan pelaku sendiri menolak diwawancarai saat ditanya apa alasan serta motif pelaku mencabuli anak didiknya. "Biar pengacara saya saja yang menjawabnya," ujar pelaku singkat. (mg1/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners