Rekomendasi

Gawat! Dalam Kurun Waktu 10 Tahun, 47 Persen Mata Air Solo Raya Berkurang

Rabu, 16 Agustus 2017 : 21.09
SUKOHARJO - Selama kurun waktu 10 tahun terakhir di wilayah eks Karesidenan Surakarta (Sukoharjo, Solo, Klaten, Boyolali, Sragen, Wonogiri dan Karanganyar) telah terjadi penurunan jumlah mata air sebanyak 47 persen atau sekira 198 mata air.

Yakni, dari 2006 semula 421 mata air, menjadi 223 mata air pada tahun 2016. Penurunan jumlah tersebut mencakup, segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas.

Dari temuan tersebut, Tim Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Air Minum (BPPTDAS) merilis hasil risetnya dalam upaya pelestarian mata air yang tersisa sehingga penurunan kualitas, kuantitas dan kontinuitas mata air tidak berlanjut maka diperlukan gerakan penanaman pohon.

"Penanaman pohon merupakan salah satu cara merawat dan melestarikan mata air," terang Kepala BPPTDAS Solo, Nur Sumedi kepada awak media di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Rabu (16/8/2017)

Guna meningkatkan efektivitas perlindungan mata air maka diperlukan pemilihan jenis pohon dan lokasi penanaman yang tepat. Oleh karenanya Tim BPPTDAS merekomendasikan 15 jenis pohon hasil riset untuk pelindung mata air.

Penanaman pohon kata Sumedi, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penanaman di sekitar titik mata air (radius 10-15 meter) sebagai spring protection dan penanaman di area imbuhan air tanah (recharge area) sebagai springshed protection.

"15 pohon ini selain sebagai perlindungan mata air juga dapat difungsikan sebagai penahan dari bahaya erosi, tanah longsor, dan sumber pendapatan masyarakat," katanya

Sementara salah satu anggota tim riset BPPTPDAS, Dodi Yuliantoro, menyebutkan ke 15 jenis pohon tersebut selain berfungsi sebagai pelindung mata air, beberapa pohon juga bernilai ekonomis tinggi.

Adapun ke 15 jenis pohon ini antara lain, Aren, Gayam, Kedawung, Trembesi, Beringin, Elo, Preh, Bulu, Benda, Kepuh, Randu, Jambu Air, Jambu Alas, Bambu dan Pucung. "Untuk bisa muncul lagi (mata air) itu membutuhkan waktu 15-16 tahun lagi," jelas dia.

Dodi menambahkan, penggunaan air secara berlebihan dapat mengurangi jumlah mata air. Disamping itu, daerah resapan air yang tidak dijaga juga berpengaruh terhadap tidak munculnya mata air.

Sehingga penanaman pohon ini penting dilakukan di daerah resapan air (sumber mata air). (Sapto/fer)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners