Rekomendasi

Ironis, 72 Tahun Merdeka Honor Gaji Guru Honorer Ini Minim

Rabu, 16 Agustus 2017 : 21.57
MANDALING NATAL - Hidayat terlihat tengah asik mengupas kulit kelapa yang baru dipetiknya. Disampingnya, ada sebuah keranjang telah terisi penuh kelapa. Setelah keranjang itu penuh kelapa, Hidayat pun segera memindahkan kelapa-kelapa tersebut.

Aktivitas itu rutin dilakukan Hidayat usai mengajar sebagai guru di sebuah Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Panyabungan. Pilihan memetik serta mengupas kelapa terpaksa dilakukan Hidayat untuk memenuhi kebutuhan keluargannya.

Pasalnya, penghasilan sebagai guru berstatus honorer, belum mampu menutupi biaya kebutuhan keluargannya. Belum lagi, terkadang pembayaran honornya pun mengalami keterlambatan.

"Apalagi saya sudah berkeluarga, kebutuhan hidup jelas lebih tinggi. Untung saja saya masih tinggal bersama orang tua saat ini pengeluaran kontaran rumah berkurang, tapi ini hanya sementara," kata pria beranak satu ini, pada wartawan, Rabu (15/8/2017).

Menurut Hidayat, setiap bulannya, dirinya hanya menerima honor sebesar Rp500 ribu dari pihak sekolah.

Honor yang didapat, ungkap Hidayat, berasal dari operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan pada sekolah-sekolah. Sehingga, tak heran, dirinya baru menerima pembayaran setelah BOS dicairkan satu kali dalam tiga bulan.

"Pulang sekolah saya ikut memanen kelapa. Karena di daerah saya terkenal akan kelapanya yang di jual ke daerah lain," ujarnya.

Aktivitas memanen kelapa yang dijalaninya mulai dari memetik, mengupas dan langsir Hidayat lakukan. Hidayat berharap agar kesejahteraan guru honorer lebih diperhatikan oleh pemerintah. (Umar/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners