Rekomendasi

Jelang Hut RI ke-72, Puluhan Mahasiswa Berunjuk Rasa di Depan Kejari Panyabungan

Selasa, 15 Agustus 2017 : 21.37
PANYABUNGAN - Menjelang hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia (Hut RI), yang ke 72, Puluhan masa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mandailing Natal, Sumatera Utara, mendatangi kantor Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Mandailing Natal.

Mereka menuntut Kejari untuk segera menyelesaikan sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang berperan serta sebagai Kontraktor.

Massa juga mendesak Kejari Mandailing Natal segera menyelesaikan penanganan dugaan korupsi anggaran pembangunan Rehabilitasi Irigasi Batang Gadis Tahun 2017, yang nilainya Rp9,6 M sumber dana dari APBN.

Mereka menilai Kejari Mandailing Natal (Madina), adalah satu-satunya obyek yang mampu menangani kasus korupsi yang melibatkan Oknum PNS Provinsi Sumatera Utara.

"Kami minta Kejari Madian segera menyelesaikan dugaan kasus korupsi pada pengerjaan rehabilitasi irigasi sungai batang gadis panyabungan, yang kami duga pemiik dan pelaksana pekerjaan itu salah satu oknum PNS di Provinsi Sumatera Utara," teriak Ketua PMII Cabang Mandailing Natal, Ali Sahnan Siregar dalam orasinya di depan kantor Kejari Madina, Selasa (15/8/2017).

Massa menilai pada pengerjaan Rehabilitasi Irigasi Batang Gadis tersebut menuai banyak masalah, dikarenakan pengerjaannya asal-asalan sehingga menimbulkan ratusan hektar sawah penduduk terancam gagal panen, dan ribuan masyarakat tidak lagi bisa memanfaatkan air tersebut.

Bahkan Ali Sahnan menyerukan, jika uang negara yang senilai Rp9,6 M sudah bisa mensejahterakan rakyat Madina jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh pada pembangunan namun di madina uang senilai itu hanya menimbulkan sampah dan banyak kerugian yang di tanggun para petani sawah di madina.

"Kami menolak keras pembangunan rehabilitasi irigasi batang gadis yang asal-asalan sehingga menimbulkan banyak permasalahan terutama pada para petani, bahkan uang senilai itu sudah bisa mensejahterakan rakyat jika di buat pengerjaan nya dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Sementara itu Kajari Madina, Arif Zahrulyani, SH, MH dalam sambutannya saat menerima aksi puluhan massa PC PMII Madina mengatakan, ucapan terima kasih atas niat baik mahasiswa dalam hal ini PC PMII yang telah kritisi dalam menyikapi sesuatu hal yang urgen untuk masyarakat.

"Terkait laporan PC PMII tentang dugaan pembangunan proyek rehabilitasi saluran irigasi sungai Batang gadis yang disinyalir sarat korupsi dan merugikan masyarakat ini sudah pernah kita dengar sebelumnya.

Hanya saja, baru PC PMII yang melaporkannya secara resmi sesuai dengan acuan peraturan perundang-undangan" jelasnya. (syam/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya