Rekomendasi

Jokowi: Awalnya Saya Dikatakan Ndeso, Begitu Menegakkan UU Eh Dibilang Diktator

Rabu, 09 Agustus 2017 : 17.29
SOLO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Museum Keris yang berada dekat Stadin Sriwedari, Solo, Jawa Tengah. Di sela meresmikan Museum Keris pertama di Indonesia itu, Jokowi curhat soal dirinya dituding diktator atau otoriter.

"Yang pertama saya sampaikan ya, awal-awalkan banyak yang menyampaikan katanya saya itukan ndeso. Presiden ndeso, ada yang ngomong Presiden klemar-klemer (lemah), Presiden tidak tegas," kata Jokowi, Rabu (9/8/2017).

"Tapi begitu kita menegakkan undang-undang, eh balik lagi meloncat menjadi otoriter, menjadi diktator. Loh, yang bener yang mana, yang klemar-klemer yang ndeso atau yang diktator atau yang otoriter," lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, Indonesia negara yang sangat demokratis, artinya pemerintah terbuka untuk diawasi atau dikontrol baik oleh lembaga negara seperti legislatif maupun yudikatif, serta lembaga di luar itu.

"Seperti eksekutif misalnya dan selain lembaga negara, ada lembaga di luar pemerintah seperti pers, ada media, (lembaga) swadaya masyarakat, ada masyarakat itu sendiri semuannya mengawasi dan itu dijamin oleh konstitusi," ujarnya.

Sehingga, lanjut Jokowi, pemerintah Indonesia tidak otoriter dan diktator. "Ndak ada yang namannya otoriter dan diktator di Indonesia, tidak akan ada," pungkasnya.

Sumber: okezone
(jum)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners