Rekomendasi

Kapolri Berkunjung, Pendaki Dilarang Mendaki Cartenzs Pyramid

Sabtu, 12 Agustus 2017 : 05.39
Loading...
TIMIKA - Lima pendaki yang merupakan warga negara asing (WNA) Jepang dan Spanyol, gagal melakukan pendakian ke Cartensz Pyramid. Gagalnya pendakian dikarenakan mendapat larangan pihak kepolisian dengan alasan adanya pengamanan terkait kunjungan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Lima orang turis tersebut adalah Katsuyuki Arai (Jepang), Marcos Soler Perez (Spanyol), Akihisa Suzuki (Jepang), Noriaki Matsuda (Jepang) dan Tadashi Motohashi (Jepang). Mereka didampingi dua orang guide dari salah satu operator Adventures Indonesia, Jeni Dainga dan Meidy Senduk.

Alasan pengamanan terkait kunjungan kapolri, karena dikuatirkan terjadi salah tembak oleh pihak keamanan dalam melakukan pengamanan, khususnya diwilayah Puncak Cartensz dan sekitarnya.

Informasi yang diperoleh menerangkan, pada Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 07.02 WIT, tim pendaki pertama yang terdiri dari dua WNA Katsuyuki Arai dan Marcos Soler Perez, didampingi guide Jeni Dainga.

Mereka berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan helikopter maskapai Air Asian One menuju Yellow Valley yang merupakan base camp kedua pendakian Puncak Cartensz.

Setelah dropping tim pertama, helikopter kembali menjemput tim kedua yang terdiri dari Akihisa Suzuki, Noriaki Matsuda, Tadashi Motohashi dan didampingi guide Meidy Senduk. Karena cuaca tidak mendukung, tim kedua akhirnya batal diterbangkan.

Namun, pada Kamis malam, tim kedua mendapat informasi dari rekan mereka tim pertama. Bahwa mereka dilarang pihak kepolisian melakukan pendakian hingga tanggal 20 Agustus mendatang. Sehingga tim pertama disuruh turun dari Yellow Valley.

"Tadi malam kami diberi tahu rekan-rekan (Tim pertama) saat posisi mereka sudah (Perjalanan turun) di Ridge Camp. Dia bilang kita sudah dibawa ke bawah, karena dilarang," kata guide Meidy Senduk ketika ditemui awak media di Grand Tembaga Hotel Timika, Kabupaten Mimika, Papua. 

Terkait pelarangan pendakian oleh pihak kepolisian, kata Meidy, tidak disampaikan sejak awal pihaknya melakukan pengurusan administrasi.

Bahkan disaat pengurusan administrasi baik di Mabes Polri maupun Polres Mimika, memang diketahui akan ada kunjungan Kapolri ke Mimika, namun hal itu disampaikan tidak masalah.

"Sebelum berangkat ke atas (Base camp Yellow Valley), tidak ada penyampaian dari kepolisian. Kalau memang ada penyampaian dari kepolisian, kami tidak bisa memaksa untuk naik. Dan kalau memang kami mendapat informasi dari awal, mungkin kami tidak kesini (Mimika)," tutur Meidy.

Sementara ini, kata Meidy, pihaknya tengah melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait. Sebab hingga Jumat sore, rekan mereka tim pertama masih berada di Polsek Tembagapura, belum bisa turun ke Kota Timika karena belum mendapat fasilitas kendaraan.

Bahkan helikopter yang digunakan para pendaki sebagai sarana transportasi, dilarang terbang dengan adanya surat yang diterbitkan Kapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika per tanggal 10 Agustus kemarin.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal ketika dikonfirmasi di Mako Polres Mimika belum bisa memberikan keterangannya. "Nanti Kapolres yang sampaikan soal itu ya," katanya singkat. (irfan/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners