Rekomendasi

Kasus Pencabulan Anak: Pelaku Dibebastugaskan Dari Sekolah

Minggu, 13 Agustus 2017 : 21.37
KARANGANYAR - AS yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak didiknya, dibebastugaskan dan ditarik dari sekolah dimana dia menjadi tenaga pendidik.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Musta’in Ahmad, ketika dihubungi wartawan melalui telepon selularnya, Minggu (13/8/2017).

Menurut Musta’in, penarikan yang bersangkutan dari sekolah, agar bisa konsentrasi menghadapi kasus hukum dugaan pencabulan yang dilakukannya. "Yang bersangkutan kita tarik dari sekolah dan menunggu proses hukum selanjutnya," kata Musta’in.

Dijelaskannya, AS merupakan tenaga honorer sejak tahun 2004 lalu, dan masuk kategori 2 (K2). Dan saat ini, lanjutnya, masih dalam proses pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Apakah akan dipecat atau tidak kita masih menunggu proses hukum. Kita juga akan meminta keterangan dari yang bersangkutan," tegas Musta’in.

Musta’in menambahkan, Kemenag bersama kepala Madrasah juga mendatangi pihak keluarga. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa keprihatinan dan untuk memberikan dorongan semangat kepada pihak keluarga korban.

"Kami harap ini kejadian terakhir. Kami prihatin, kejadian ini teradi justru dilakukan oleh orang terdekat yang seharusnya memberikan perlindungan kepada anak," ujarnya.

Sementara itu, Polres Karanaganyar, dalam waktu dekat akan melakukan penyitaan terhadap barang bukti di sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Jaten terebut.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan penyitaan terhadap sejumlah alat bukti di sekolah," kata kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AS (47), diduga melakukan pelecehan dan pencabulan terhadap anak didiknya. Kasus ini terungkap, setelah orang tua korban melapor ke Polres Karanganyar.

Menindak lanjuti laporan tersebut, AS akhirnya diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini mendekam di sel tahanan Polres Karanganyar. (Isw/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya