Rekomendasi

Kasus Pencabulan Guru SD: Selain Periksa 17 Saksi, Penyidik Sita Kursi Tempat Pelaku Cabuli Siswanya

Senin, 14 Agustus 2017 : 18.10
Loading...
KARANGANYAR - Hingga saat ini, tim penyidik unit PPA, Sat Reskrim Polres Karanganyar telah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi, terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AS (47) salah satu oknum guru sekolah dasar (SD).

Dari 17 saksi tersebut, empat diantaranya, adalah saksi korban. Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi, tim penyidik juga melakukan penyitaan kursi yang diduga digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, usai pelepasan anggota polres setempat yang memasuki masa purna tugas, Senin (14/8/2017). (Baca juga: Empat Siswa Sekolah Dasar Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru)

Menurut Kapolres, keterangan para saksi ini, masih terus didalami. Tim penyidik, lanjut kapolres, juga akan meminta keterangan kepala sekolah serta para guru, untuk mengetahui sejauh mana pengawasan yang dilakukan teradap para guru yang sedang melaksanakan tugasnya di ruang kelas.

"Kita masih mendalami keterangan para saksi. Dalam waktu dekat, kita juga akan meminta keterangan kepala sekolah dan guru untuk melihat, sejauh mana pengawasan yang dilakukan terhadap guru," kata Kapolres.

Baca Juga:
Sementara itu, terkait dengan korban lain, Kapolres mengatakan, sejauh ini baru ada empat korban yang melapor. Untuk itu, Kapolres berharap kepada keluarga yang juga menjadi korban, segera melapor.

Sedangkan kondisi psikologis para korban, Kapolres menjelaskan, mengalami perkembangan yang cukup baik.

"Kami juga meminta kepada Kementerian agama agar bersama-sama polri membantu mengembalikan kondisi psikologis korban," ujarnya. (Baca juga: Kasus Pencabulan Anak: Pelaku Dibebastugaskan Dari Sekolah)

Sebegaimana diberitakan sebelumnya, empat anak dibawah umur yang berusia 9 dan 10 tahun di salah satu sekolah dasar di Karanganyar, mengalami pencabulan dan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh AS (47) yang merupakan wali kelas korban. (Isw/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners