Rekomendasi

Kemeriahan Festival Koreografi Pencak Silat di Yogyakarta

Sabtu, 19 Agustus 2017 : 22.59
YOGYAKARTA - Ratusan pendekar silat dari berbagai perguruan berkumpul di Yogyakarta. Bahkan, ada juga pesilat dari mancanegara, seperti Jepang, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Inggris, Australia, dan Jerman.

Mereka berkumpul dalam pesta akbar Pencak Malioboro Festival. Event tahunan yang saat ini memasuki tahun ke lima ini mendapat dukungan dari Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Hari ini digelar lomba koreografi pencak dari berbagai perguruan silat dari berbagai daerah di nusantara serta dari mancanegara," kata Sinta Kertasari, salah satu panitia pencak silat di Alun-Alun Sewandanan, Puro Pakualaman, Yogyakarta, Sabtu (19/8/2017).

Pencak silat, kata dia, tidak hanya sekedar olahraga. Tapi, mengabungkan seni budaya hingga religi dalam setiap gerakan olah tubuh.

Tujuan koreografi pencak agar para praktisi pencak silat dapat terus mengasah kreatifitas dan terus berinovasi dalam mengemas seni dan budaya menjadi pertunjukan yang menarik.

Festival koreografi sendiri diikuti lebih dari 400 pesilat yang akan berlangsung hingga Sabtu, 19 Agustus 2017 besok. Ada juga pertunjukan besar koreografi pencak silat yang melibatkan lebih dari 200 pesilat.

Koreografi pencak silat itu sendiri berlangsung meriah. Pendekar silat muda dari anak usia sekolah dasar, SMP, dan SMA unjuk kebolehan diatas panggung dengan iringan musik khas dari daerah dan juga perguruan silat mereka.

Puncak pertemuan pendekar-pendekar silat ini akan digelar kirab pawai dan pertunjukan koreografi silat dan tari di sepanjang Jalan Malioboro pada, Minggu (20/8/2017) sore.

Ratusan pesilat dari seluruh nusantara dan juga mancanegara bakal unjuk kebolehan di sepanjang jalan yang berada di jantung kota Yogyakarta itu.

Event ini juga menjadi salah satu ajang promosi dunia pariwisata di Yogyakarta. Sebab, ratusan pesilat baik dari nusantara dan mancanegara berkumpul dalam beragam kegiatan yang dilakukan sejak beberapa hari lalu hingga puncaknya pada Minggu, 20 Agustus 2017 nanti.

Sebelumnya, pada Selasa, 15 Agustus lalu digelar seminar sehari tentang silat seni dan seni silat di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selain pendekar silat, ada juga sutradara Garin Nugroho yang menjadi pembicara.

Meski bukan memiliki latar belakang pendekar, Garin mengupas tentang silat, cinema, dan sejarah kebangsaan. Garin menghubungan potensi silat sebagai produk film.

"Esensi silat sebagai seni sekaligus bela diri sesungguhnya telah dan terus akan menjadi sumber beragam seni pertunjukan hingga film," katanya. (dab/rahayu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya