Rekomendasi

Korban Pelecehan Masih Trauma: Polres Libatkan Bapas, Psikolog Dan KPA

Jumat, 11 Agustus 2017 : 17.20
KARANGANYAR - Hingga saat ini, empat korban dugaan pelecehan seksual yang dilakaukan AS (47) warga Karanganyar Kota, masih mengalami trauma. Empat korban yang merupakan siswa kelas III salah satu sekolah dasar (SD) tersebut, masih didampingi oleh tim psikologi Polres Karanganyar, Bapas dan KPA.

"Kondisi korban masih trauma. Kita terus mendampingi dengan menggandeng Bapas dan KPA Karanganyar. Korban saat berada di rumah aman untuk pemulihan kondisi psikologis mereka," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Jumat (11/8/2017).

Menurut Kapolres, pelecehan dan pencabulan yang dilakukan AS kepada korban sebanyak tiga kali. Hal ini menyebabkan kondisi psikologis korban terguncang dan mengalami trauma.

"Kita berharap, kondisi psikologis korban segera pulih dan dapat mengikuti pelajaran di sekolah," ujar Kapolres.

Kapolres menambahkan, aksi pencabulan yang dilakaukan AS terhadap korban sebanyak 3 sampai 4 kali dan mulai dilakukan sejak bulan Juli 2017 lalu hingga 9 Agustus 2017. Seluruhnya dilakukan di dalam ruang kelas.

"Kami menghimbau kepada orang tua segera melapor jika memang ada anaknya yang menjadi korban. Kami tetap menindaklanjuti secara hukum," tegas Kapolres.

Sementara itu, ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, mengaku prihatin terjadinya kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum pendidik. Menurut Endang, posisi anak saat ini, tidak aman dan sangat rawan terjadinya pelecehan seksual.

Untuk itu, Endang berharap, agar pemkab Karanganyar melakukan langkah-langkah antisipatif, agar kasus ini tidak terjadi lagi di bumi Intanpari.

"Kita semua turut prihatin. Kasus pencabulan di Desa Ngrawoh beberapa waktu lalu belum hilang dari ingatan kita. Kali ini, kasus yang sama kembali terjadi. Pemkab Karanganyar harus serius menangani kasus ini. Ambil langkah cepat untuk menangani korban," ujarnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat dikonfirmasi di Rumah Dinas, menyayangkan kasus cabul yang diduga dilakukan AS seorang pendidik.

Namun, orang nomer satu di Kabupaten yang terletak dibawah kaki gunung lawu ini menolak menanggapi kasus dugaan pencabulan yang dilakukan AS terhadap empat muridnya.

Alasannya, AS bukan CPNS dibawah Dinas Pendidikan. Melainkan dibawah Kementerian Agama. Meski begitu, Juliyatmono optimis kasus ini tak mempengaruhi status Karanganyar sebagai Kabupaten Layak anak.

"Menyesalkan kenapa kasus ini bisa terjadi. Tapi saya tidak bisa menindak, karena pelaku bukan berada di bawah Dinas Pendidikan, melainkan di bawah Kementerian Agama. Biarlah kasus ini ditangani oleh Kepolisian.

Dan saya pastikan, kasus ini tidak mempengaruhi Kabupaten Karanganyar sebagai kota layak anak," pungkasnya. (Isw/mg1/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners