Rekomendasi

Lima WNA Pendaki Cartensz Pyramid Terpaksa Pulang Jakarta

Senin, 14 Agustus 2017 : 20.19
TIMIKA - Lima warga negara asing (WNA) terpaksa kembali ke Jakarta tanpa membawa barang mereka. Menyusul adanya larangan pendakian ke Puncak Cartensz oleh pihak kepolisian.

Bahkan, salah satu diantaranya harus pulang hanya bermodalkan surat keterangan kehilangan lantaran belum mendapatkan passport yang tertinggal bersama barang-barang lainnya di basecamp Yellow Ville.

Pemandu atau guide dari Adventure Indonesia, Meldy Senduk, Senin (14/8/2017) sore ketika dikonfirmasi mengatakan kebenaran hal demikian.

Empat pendaki berkewarganegaraan Jepang dan seorang lagi berkewarganegaraan Spanyol, telah melaporkan apa yang dialami di Kabupaten Mimika, Papua kepada kedutaan negara masing-masing.

"Kayaknya ini akan jadi urusan negara dengan negara," kata Meldy.

Meidy bersama seorang lagi guide kini masih berada di Kota Timika, menunggu pengembalian barang kelima WNA yang sebelumnya hendak diantar melakukan pendakian Puncak Cartensz.

Kelima pendaki tersebut adalah Katsuyuki Arai (Jepang), Marcos Soler Perez (Spanyol), Akihisa Suzuki (Jepang), Noriaki Matsuda (Jepang) dan Tadashi Motohashi (Jepang).

Diberitakan sebelumnya, kelima WNA tersebut dipaksa membatalkan pendakian ke Puncak Cartensz oleh pihak kepolisian pada, Kamis (10/8/2017). Pembatalan itu diduga terkait agenda pendakian Puncak Cartenzs oleh Tim Ekspedisi Cartenz Polri bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kamis pagi itu Katsuyuki Arai dan Marcos Soler Perez didampingi guide Jeni Dainga take off menuju Yellow Valley menggunakan helikopter Asian One Air dari Bandara Mozes Kilangin Timika.

Sementara tiga pendaki dan guide Meldy Senduk gagal take off menuju Yellow Valley akibat cuaca buruk. Ketika di Base Camp Yellow Valley, ketiga pendaki yang merupakan tim pertama yang berangkat, dievakuasi turun karena dilarang melakukan pendakian.

Masalah kemudian bertambah karena seluruh barang kelima pendaki turut diangkut dalam flight pertama bersama dua pendaki dan seorang guide tersebut.

Padahal, sebelumnya kelima pendaki ini sudah mengantongi travelling permit dari Mabes Polri. Dan saat tiba di Timika kelimanya juga telah melaporkan diri sekaligus menyampaikan tujuan kedatangannya ke Polres Mimika, diketahui pada hari, Senin (7/8/2017).

Menurut Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon, kelima WNA  tersebut tidak melengkapi dokumen izin pendakian. Namun, izin pendakian yang dimaksudkan tidak disebutkan kapolres seperti apa.

"Jadi memang harus dievakuasi. Saya dan Danyon sudah ketemu langsung menjelaskan kejadiannya, ternyata memang ada satu izin yang tidak dipatuhi, terpaksa kita harus lakukan evakuasi," kata Kapolres saat dikonfirmasi.

Sementara itu soal barang-barang berupa peralatan pendakian dan dokumen para pendaki WNA tersebut, kini masih tertinggal di Base Camp Yellow Valley. Itu dikatakan Kapolres adalah tanggung jawab operator Adventure Indonesia, bukan tugas pihak kepolisian untuk mengevakuasinya.

"Tugas kita bukan porter, tugas kita mengamankan dia (WNA). Kalau kita yang angkut, personil kita terbatas," katanya. Kapolres berharap, semua pelaku bisnis tetap menghormati aturan dan tidak berbuat semaunya. Polisi bertugas melindungi masyarakat, siapapun itu. (Irfan/fer)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya