Rekomendasi

Mantab! Empat Mantan Tahanan Teroris Ikut Upacara 17 Agustus di Karanganyar

Kamis, 17 Agustus 2017 : 18.24
Upacara bendera di Kabupaten Karanganyar diwarnai pingsannya perserta (foto:karanganyarkab.go.id)
KARANGANYAR - Ratusan siswa yang menjadi peserta upacara detik-detik proklamasi dalam rangka HUT RI ke 72 yang berlangsung di alun-alun Karanganyar pingsan.

Kepala markas Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar, Sugiarto mengatakan, sebanyak 80 peserta upacara terpaksa meninggalkan barisan dan 30 lainnya langsung pingsan akibat kelelahan.

Para siswa yang pingsan dan kelelahan ini, kemudian dirawat dan diminta istirahat di posko PMI yang berada di arena upacara. "Kita langsung melakukan perawatan, sedangkan yang kelelahan kita minta untuk istirahat," kata Sugiarto, Kamis (17/8/2017).

Sementara, pelaksanaan Upacara Bendera berjalan lancar. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, serta dihadiri seluruh unsur Forkompinda, anggota DPRD.

Dalam upacara HUT RI ini, sebanyak empat mantan narapidana terorisme diundang mengikuti jalannya upacara.

Usai menjadi inspektur upacara, bupati Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan mengatakan, penekanan dalam HUT RI ke 72 ini adalah rasa persatuan dan nasionalisme diantara anak bangsa.

"Rasa persatuan dan nasionalisme harus tetap kita jaga. Jangan sampai anak bangsa ini terpecah belah," kata bupati.

Ketika disinggung mengenai tertangkapnya salah satu warga Karanganyar yang diduga terlibat jaringan terorisme, bupati mengatakan, bahwa yang diamankan densus 88 tersebut, bukan merupakan warga Karanganyar, melainkan warga pendatang.

"Karanganyar merupakan daerah yang aman bagi persembunyian pelaku terorisme. Mereka masuk ke Karanganyar, salah satunya dengan cara menikah dengan warga dan melakukan aktifitas di Karanganyar," ujar bupati.

Sementara itu, Kapolres karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, mengapresiasi langkah pemkab karanganyar yang mengundang para mantan narapidana aksi terorisme ini untuk mengikuti upacara HUT RI ke 72.

Menurut kapolres, ini merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi dan mencegah warga bumi Intanpari terjebak dalam jaringan terorisme.

"Mereka diajak untuk menghayati kehidupan bernegara dengan baik. Kita selalu menekankan bahwa  persatuan dan kesatuan sebagai bangsa adalah hal yang utama. NKRI merupakan harga mati," tandas Kapolres. (Isw/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners