Rekomendasi

Menag Terkesima ke Omah Petruk di Lereng Merapi

Kamis, 10 Agustus 2017 : 21.36
YOGYAKARTA - Menteri Agama, Lukman Saifudin menyempatkan diri berkunjung ke Omah Petruk ditengah kesibukannya, sore tadi. Omah Petruk yang juga dikenal sebagai rumah budaya itu berada cukup jauh dari keramaian kota, tepatnya di Karang Kletak, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Romo Sindhunata, SY yang tak lain penderi Omah Petruk menyambut kedatangan tamu istimewa ini. Dia mengajak Menag berkeliling Omah Petruk di lereng Gunung Merapi ini sambil menyampaikan keberadaan rumah tersebut.

"Beliau terkesan keberadaan Omah Petruk ini. Kesannya karena multi cultural dan juga pluralis ada di sini," kata Romo Sindu pada wartawan, Senin (7/8/2017) malam. Bahkan, kata dia, Menag memiliki harapan agar Omah Petruk juga ada di tempat lain di Indonesia.

Sebab, tempat itu sebagai tempat saling belajar hidup bersama dengan terbuka dan rukun satu sama lain. Yang tak kalah pentinh saling menghargai satu sama lain dalam perbedaan budaya dan agama.

"Kedatangan beliau itu dadakan, kita tidak ada persiapan khusus menyambutnya," katanya.

Menurutnya, Menag sangat terkesan dan menikmati saat berkunjung ke Omah Petruk ini. Di Omah Petruk terdapat berbagai macam simbol agama, tapi yang ditekankan adalah unsur budaya. Terdapat banyak karya seni patung di tempat itu.

Ditempat itu juga biasa digunakan untuk kepentingan bersama. Berbagai pertunjukan seperti ketoprak, wayang, hingga musik campursari dan dangdut biasa digelar. Bahkan, meski tidak ada penonton tetap dilakukan kegiatan itu oleh pengelola.

"Rumah ini memiliki banyak fungsinya selain untuk menginap, misalnya melakukan kegiatan keagamaan, atraksi budaya dan lainnya," kata Antok Agustinus salah satu staf pengelola Omah Petruk.

Pengelola tidak menarik biaya kalau hanya sekedar berkunjung. Namun, jika melakukan kegiatan misal oleh mahasiswa atau masyarakat umum akan dikenai biaya yang cukup bersahabat.

"Kalau hanya main saja ya paling cuma bayar uang parkir yang dikelola penduduk, kita tidak pungut biaya sepeserpun," jelasnya.

Dia menjelaskan, filosofi Omah Petruk ini merupakan rumah budaya tanpa sekat, baik agama, budaya dan lainnya. Rumah ini juga terbuka oleh siapa saja tanpa melihat latar belakang orang yang datang. (dab/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners