Rekomendasi

Minta Keadilan Putranya, Orang Tua Terdakwa Menangis di Persidangan UII

Rabu, 23 Agustus 2017 : 20.12
Tomy Afif Memberikan keterangan di hadapan majelis hakim (foto: Iwan Iswanda/hariankota)
KARANGANYAR - Sidang lanjutan dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan selama pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar mapala UII XXXVII, kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Rabu (23/8/2017).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Mujiono tersebut, dengan agenda mendengarkan saksi meringankan yang diajukan oleh tim kuasa hukum dua terdakwa.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wib tersebut, tim kuasa hukum terdakwa, Achiel Suyanto, menghadirkan empat orang saksi meringankan, masing-masing, Tomy Afif (peserta Diksar), M Fahrul Abdullah, Nur Kamin (orang tua terdakwa Angga Septiawan) dan Muhammad Awaluddin (orang tua terdakwa M Wahyudi).

Di hadapan majelis hakim, saksi Tomy Afif mengakui ada pukulan yang dilakukan oleh tim operasional pada saat Diksar dilakukan, hanya saja, Tomy tidak mengetahui siapa yang melakukan pemukulan.

Ketika ditanya ketua majelis hakim, apakah kedua terdakwa ini juga ikut melakukan pemukulan, Tomy menjawab tidak mengetahui.

“Memang ada pemukulan. Tapi saya tidak tahu siapa yang melakukan pemukulan. Saya juga tidak mengetahui apakah kedua terdakwa ikut melakukan pemukulan atau tidak," ujanya di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, kedua orang tua terdakwa yang memberikan keterangan di depan majelis hakim, yakni Nur kamin dan Muhammad Awaluddin, meminta kepada majelis hakim bersikap adil dalam memutus perkara ini.

Bahkan Muhammad Awaluddin, orang tua terdakwa M Wahyudi, tidak kuasa menahan tangis saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

“Saya sadar bahwa ini adalah musibah. Saya berharap kepada majelis hakim untuk mengadili kasus anak saya ini dengan seadil-adilnya,” ujarnya sambil menahan tangis.

Menanggapi permohonan itu, ketua majelis hakim mengatakan, akan bersikap adil sesuai dengan fakta yang ada di persidangan. “Kami majelis hakim, tentu akan memutus perkara ini dengan seadil-adilnya,” kata ketua majelis hakim.

Sementara itu, kuasa hukum dua terdakwa, Achiel Suyanto mengungkapkan, menghadirkan 25 saksi meringanakan serta 3 orang ahli. “Kita tetap maksimal melakukan pembelaaan. Kami berharap, keterangan saksi ini dapat meringankan hukumam kedua klien kami,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Achiel Suyanto juga mengaku kecewa dengan UII yang telah bersikap tidak adil dan tidak member perhatian kepada kedua terdakwa dan keluarganya.

“Kami kecewa dengan UII yang hanya melihat kasus ini dari sudut pandang korban saja. Kedua terdakwa ini juga kan mahasiswa UII, seharusnya mereka bersikap bijak dan adil. Kasus ini harus dicari penyebabnya, dan tidak semata-mata perbuatan terdakwa,” tandasnya.

Disisi lain, tim jaksa penuntut umum (JPU) menilai kehadirian orang tua terdakwa dalam kasus ini tidak ada korelasinya. Orang tua terdakwa, menurut JPU, tidak menerangkan fakta yang ada.

Meski demikian, keterangan orang tua terdakwa ini menjadi bahan pertimbangan untuk menjatuhkan tuntutan yang seadil-adilnya.

“Memang tidak ada korelasinya. Kedua orang tua terdakwa tidak menjelaskan tentang fakta. Keterangan orang tua terdakwa ini, akan menjadi pertimbangan kita dalam menjatuhkan tuntutan yang seadil-adilnya,” terang Kajari Karanganyar IDG Wirajana melalui Kasi Pidum Tony Wibisono. (Isw/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners