Rekomendasi

Pasca Dikunjungi Obama, Bupati Bantul Promosikan Objek Wisata Baru Sambil Touring

Senin, 14 Agustus 2017 : 09.22
Bupati Bantul Gunakan Helm Naik Matic Saat Touring Promosikan Wisata
YOGYAKARTA - Saat memiliki waktu senggang, Bupati Bantul Suharsono memiliki hobi melakukan touring. Tak perlu jauh hingga keluar Bantul, perjalanan dengan sepeda motor dilakukan ke sejumlah tempat-tempat wisata di Bantul, khususnya yang belum familier di telingga masyarakat luas.

Bahkan, dia juga mengajak sesama pecinta touring untuk berkunjung ke tempat-tempat objek wisata yang belum dikenal masyarakat luas tersebut. Misalnya, hutan pinus Pengger, Gunung Mungker, Gua Gajah, Tebing Watu Mabur dan diakhiri kunjungan ke Kebun Buah Mangunan.

"Punya hobi touring ini jadi ajang promosi pariwisata juga dengan mengunjungi tempat-tempat objek wisata," katanya saat meninjau obyek wisata di Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY, Jum'at (11/8/2017).

Saat touring pagi tadi, dia bersama rombongan star dari rumah Bupati Bantul di Jalan Patangtritis Km 6.5 Sewon, Bantul. Rombongan pemotor ini bergerak menuju lokasi obyek wisata Hutan Pinus Pengger.

Dengan jarak sekitar 20 kilometer peserta touring diajak melalui jalur menanjak dan turunan yang cukup curam, yang dikenal dengan Jalan Cino Mati. Pengendara harus hati-hati untuk menaklukkan tanjangan yang cukup tinggi dan turunan yang curam.

Jalan yang masih banyak ditambal dengan aspal itu membutuhkan ekstra hati-hati bagi peserta touring. Apalagi peserta rata-rata usia sudah diatas 50 tahun konsentrasi tak boleh pecah.

"Ya bagi saya jalan ini cukup berat. Apalagi motor saya bukan keluaran terbaru," kata Kwintarto, Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul.

Tiba di obyek wisata hutan pinus Pengger rombongan diajak untuk naik keatas bukit dengan menaiki jalan setapak hingga puncak bukit. Rasa lelah dapat terobati setelah melihat pemandangan alam yang cukup indah diatas bukit.

"Ternyata capek juga naik ke puncak bukit," timpal Suharsono. Bupati Bantul ini melihat kondisi obyek wisata di hutan pinus Pengger sangat minim fasilitas. Hanya terdapat lima toilet dikawasan itu yang dianggap masih jauh dari kondisi minim.

"Kondisi ini butuh sentuhan pemerintah karena toilet sangat vital. Apalagi jumlah wisatan sudah mencapai ratusan perhari dan saat akhir pekan tembus diangka 500 wisatawan," terangnya.

Pemerintah Bantul akan memberikan fasilitas jika pengelola obyek wisata memintanya. Termasuk, perbaikan akses jalan ada anggaran yang harus dikeluarkan. "Ini kan jalan Kabupaten menuju obyek wisata. Ada beberapa ruas jalan yang rusak, nanti segera kita perbaiki," ungkapnya.

Sumar pengelola obyek wisata hutan pinus Pengger mengatakan obyek wisata ini dibuka oleh masyarakat setempat sejak April 2016 yang lalu. Saat ini, setiap hari ada sekira 300 wisatawan untuk hari biasa (Senin-Sabtu) dan liburan bisa 500 wisatawan.

Pengunjung hanya dikenai biaya retribusi Rp 2.500,- perorang. Jumlah itu sudah termasuk asuransi jika terjadi sesuatu pada pengunjung.

Perintis wisata alam di Dlingo, Purwanto mengaku paska kedatangan Barack Obama beberapa waktu lalu, kunjungan wisata cukup signifikan, khusus di Puncak Becici. Dia mengaku ada dampak positif pasca kunjungan Presiden Amerika Serikat ke 44 itu.

"Semua obyek wisata di Dlingo ada dampak positif kedatangan Obama. Apalagi ada paket wisata napak tilas Obama yang digagas Masyarakat Digital Jogjakarta," tuturnya. (Dab/Gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya