Rekomendasi

Penentuan 1 Dzulhijjah: Candi Sukuh Jadi Lokasi Pemantauan Hilal

Rabu, 23 Agustus 2017 : 19.56
KARANGANYAR - Secara geografis, bukit di kawasan Candi Sukuh, Ngargoyoso merupakan lokasi paling strategis rukyah hilal di ketinggian 1.190 meter di atas permukaan laut (mdpl) serta berada 7 derajat 37’ 4” LS dan 111 derajat 07’ 46” BT.

Jarak menuju Gunung Merapi dan Merbabu pun dinilai cukup jauh, sehingga tak ada halangan untuk meneropong di 0,5-1 derajat ufuk barat.

Lokasi pemantauan hilal tersebut terekomendasi, dari total 50-an titik seluruh Indonesia. Namun dalam pemantauan yang dilakukan, Selasa (22/8/2017) tidak melihat bulan muda di ufuk Barat.

Rukyah hilal di lokasi perbukkitan yang berada di Candi sukuh, Kecamatan Ngargoyoso ini, untuk menentukan 1 Dzulhijjah 1438 H, yang akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan sidang isbat Kementrian Agama (Kemenag).

“Sebenarnya di ufuk barat dari Sukuh ini tidak ada penghalang. Namun pada saat dilakukan pengamatan, secara manual dan perangkat digital robotic telescope, muncul awan yang menutup matahari saat tenggelam maupun kemunculan rembulan yang visibilitasnya hanya 0,2 persen,” kata  AR Sugeng Riyadi, Kepala Observatorium Club Astronomi Santri Assalaam (CASA) Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam,kepada wartawan, Selasa  (22/8/2017) sore.

Hasil pengamatan ini, lanjutnya, diolah lebih detail melalui rekaman kamera foto selama durasi tenggelamnya matahari dan kemunculan bulan baru.

“Di Jawa Tengah terdapat beberapa lokasi pemantauan hilal. Antara lain di observatorium Ponpes Assalaam, Menara Masjid Agung Semarang dan Masjid Raya Kudus. Meski sore ini tidak melihatnya di Sukuh, masih terdapat lokasi lain seperti di Kupang yang langitnya cerah,” pungkasnya. (Isw/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners