Rekomendasi

Polemik Pungutan Sekolah: Dewan Sesalkan Sekolah Masih Pungut Iuran

Kamis, 10 Agustus 2017 : 21.14
KARANGANYAR - Komisi D DPRD Karanganyar, menyesalkan masih adanya pungutan atau iuran sekolah yang dilakukan sekolah, meski Pemkab telah memberikan bantuan sebesar Rp500.000 untuk siswa SMA per siswa per tahun dan Rp750.000 per siswa per tahun bagi siswa SMK.

Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani kepada waratawan mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, seharusnya tidak ada lagi pungutan yang cenderung memberatkan orang tua siswa, apalagi Pemkab Karanganyar menerapkan pendidikan gratis.

"Berapapun besarnya, pungutan itu seharausnya tidak ada," tegas Endang Muryani, Kamis (10/8/2017). Endang Muryani juga menyayangkan bantuan dari pemkab Karanganyar tersebut, tidak disosialisasikan kepada masyarakat.

Akibatnya, banyak orang tua siswa yang tidak mengetahui, meskipun telah diambil alih oleh Pemprov Jawa Tengah. Pemkab Karanganyar tetap memberikan bantuan kepada para siswa SMA dan SMK.

"Adanya bantuan Pemkab ini, tidak disosialisasikan dengan baik oleh bupati. Ini sangat saya sesalkan," ujarnya.

Sebelumnya, bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta sekolah untuk mengkaji ulang iuran yang telah ditetapkan. Pasalnya, Pemkab Karanganyar telah mengucurkan bantuan kepada siswa setiap tahunnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun hariankota.com, sejumlah sekolah telah menurunkan besarnya iuran yang telah ditetapkan. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan, SMA Negeri 2 Karanganyar yang sebelumnya menetapkan iuran sebesar Rp120.000, turun menjadi Rp100.000.

SMA Negeri Karangpandan iuran sebesar Rp100.000, SMA Negeri Kebakkramat sebesar Rp100.000. Sedangkan yang belum mengalami penurunan adalah SMA Negeri 1 yang tetap menarik iuran sebesar Rp125.000 per siswa per bulan. (Isw/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya