Rekomendasi

Protes Diskriminasi Pasokan Air, Petani Datangi UPTD PU

Kamis, 24 Agustus 2017 : 22.30
SUKOHARJO - Sekumpulan petani Kecamatan Bendosari, Sukoharjo yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Puspitasari III melakukan aksi protes terkait jatah aliran air sawah dengan mendatangai kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pengairan Umum (PU) Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Kamis (24/8/2017)

Mereka menuntut petugas pengelola bendungan air Mertosari agar bersikap adil dalam mengalirkan air ke sawah warga. Pasalnya, hampir 10 tahun terakhir Poktan Puspitasi III selalu kekurangan pasokan air dari bendungan yang pemanfaatannya mengaliri dua wilayah kecamatan yakni, Bendosari dan Polokarto.

Salah satu perwakilan Poktan Puspitasari III Jarno mengungkapkan kekesalannya, dia menuding biang penyebab minimnya pasokan air selama ini disebabkan adanya perlakuan disktiminatif dari petugas.

Kelompok tani yang berada di wilayah Kecamatan Polokarto diberi akses kunci pintu air bendungan, sedangkan kelompok tani yang berada di wilayah Kecamatan Bendosari, kunci dipegang petugas penjaga bendungan.

"Kunci itu seharusnya yang memegang adalah petugas pengelola, dan itu tidak boleh diberikan kepada kelompok tani. Bayangkan, kita yang hanya mendapatkan jatah air segitu-segitu saja, sedangkan kelompok tani yang di Polokarto bisa membuka pintu air sendiri dengan mendapatkan air lebih banyak," ujarnya kesal

Akibat perbedaan perlakuan itu, wilayah bendosari seperti Desa Mertan, Desa Sugihan, Desa Mulur selalu kesulitan mendapatkan air. Bahkan yang mendapatkan air di wilayah bendosari hanya yang berada di bawah pintu bendungan saja.

"Di wilayah kami ada sekitar 50 hektar lahan persawahan, tetapi yang dialiri sawah tidak lebih dari 20 persen saja atau sekira 5 hektar. Banyak petani yang akhirnya harus memompa air menggunakan diesel dan pada akhirnya mesti mengeluarkan biaya lagi untuk penggunaannya. Maka hari ini kami datang ke UPTD PU untuk menyampaikan sikap,"katanya

Merespon protes para petani terdebut, Kepala UPTD PU Kecamatan Bendosari, Diyono akan segera memanggil pengelola pintu air bendungan Mertosari. Dia terlebih dulu akan mencari tahu perihal permasalahan ini.

"Sebenarnya tidak boleh kalau kunci itu diserahkan warga, karena bisa memicu perselisihan apabila tidak ada keadilan. Nanti saya akan panggil pengelola pintu Mertosari itu," janjinya

Diyono pun berharap kepada warga agar tak emosional untuk menjaga kondusifitas di wilayah. Pihaknya akan segera mempertemukan antara kelompok tani guna menemukan solusi terbaik.

"Karena tadi saat menyampaikan aspirasinya, warga menyampaikan hampir terjadi kontak fisik antar poktan lantaran permasalahan air ini," pungkasnya. (Sapto/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya