Rekomendasi

Rawan Kekeringan, Jateng Keluarkan Status Siaga Kekeringan

Rabu, 02 Agustus 2017 : 19.08
Published by Hariankota
BOYOLALI - Antisipasi terjadinya kekeringan akibat musim kemarau yang ditandai dengan tidak lagi turunnya hujan maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) menggelar rapat koordinasi (rakor) di Semarang beberapa waktu lalu.

Rapat koordinasi (rakor) di Semarang ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan PDAM se-Jawa Tengah itu membahas masalah penetapan darurat kekeringan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana saat menghadiri rapat di Pemkab Boyolali, Rabu (2/8/2017).

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada puluhan daerah di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah berpotensi mengalami bencana kekeringan.

Pasalnya, beberapa waktu terakhir hujan jarang sekali turun sehingga berpotensi terjadi kekeringan. Misalkan kabupaten Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Banjarnegara. "Sebagian kabupaten/kota di Jawa Tengah yang rawan kekeringan sudah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan," papar Sarwa.

Sarwa sampaikan hasil pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan setidaknya ada 317 kecamatan yang rawan kekeringan seluruh Jateng. Bahkan beberapa diantaranya sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan termasuk wilayah Boyolali.

Yang sejak 1 Juli lalu sudah tetapkan status siaga kekeringan. Bahkan droping air bersih juga sudah dilakukan seperti di wilayah Boyolali, Pemalang, Banyumas, Klaten, dan Wonogiri meski belum merata.

"Sedangkan penetapan status kekeringan ditingkat Propinsi sudah diberlakukan sejak bulan Juli 2017 dan berakhir Oktober 2017. Meski saat ini masih dalam kondisi kemarau basah (sesekali masih ada hujan)," ujar Sarwa.

Nantinya daerah yang mengalami kekeringan akan mendapat kucuran dana dari BNPB. Propinsi Jawa Tengah mendapat jatah anggaran sebesar Rp 8-9 Miliar. "Jika daerah dana penanganan untuk kekeringan sudah habis, bisa mengajukan kembali ke Propinsi," jelasnya.

Sementara itu imbas kekeringan di Kabupaten Boyolali setidaknya 42 desa di enam Kecamatan di boyolali, rawan terjadi kekeringan dan berimbas terjadinya krisis air bersih. (mg1/tri)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More