Rekomendasi

Sah! PBB Verifikasi 16.056 Pulau di Indonesia

Sabtu, 19 Agustus 2017 : 23.06
Loading...
NEW YORK - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) memverifikasi pulau-pulau di Indonesia. Dari 17.504 pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, kini sudah 16.056 nama pulau terverifikasi.

Deputi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menjelaskan, pendaftaran nama rupa bumi di PBB sebagai suatu kegiatan administratif sangat penting dilakukan bagi negara anggota PBB.

"Tujuannya untuk menjaga standar penamaan pulau agar satu pulau tidak memiliki nama yang berbeda-beda," ujar Havas, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/8/2017).

Meski demikian, Havas mengingatkan, pendaftaran nama bukan berarti suatu pengakuan kedaulatan PBB terhadap suatu pulau.

"Posisi PBB, khususnya UNGEGN sudah jelas, yaitu hanya menetapkan standarisasi penamaan dan tidak memberikan suatu pengakuan kedaulatan atau pengakuan apa pun tentang status hukum suatu pulau," tegasnya.

Pakar hukum laut internasional tersebut memaparkan, dalam pertemuan ke-30 UNGEGN dan konferensi ke-11 United Nations Conference on Standardization of Geographical Names (UNCSGN) di Markas Besar PBB, New York, pada 7-18 Agustus, Delegasi Republik Indonesia (Delri) telah mendaftarkan kembali 2.590 nama pulau di Nusantara.

Dengan begitu, hingga Juli 2017, sudah 16.056 pulau dibakukan dalam Gasetir pulau PBB. Daftar ini berisi informasi nama, koordinat dan lokasi pulau tersebut. "Masih ada 1.448 pulau yang memerlukan proses validasi dan verifikasi," tutur Havas.

Ia menambahkan, sejumlah pulau di Indonesia telah hilang maupun muncul akibat abrasi, perubahan cuaca dan berbagai anomali alam. Itu sebabnya, verifikasi pulau dan nama pulau terus dilakukan guna kepastian geografi Indonesia.

Dalam dua pertemuan penting tersebut, Delri yang dipimpin oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Zaenal Abidin juga menyampaikan laporan lainnya.

Zaenal dan Delri menyampaikan informasi peralihan otoritas penamaan geografis nasional dari Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi ke BIG.

Aktivitas lain yang juga dilaporkan adalah kegiatan pembakuan nama rupabumi di Indonesia, seminar dan bimbingan teknis terkait toponimi serta penelitian dan publikasi terkait toponimi.

Selain BIG, delegasi Indonesia juga beranggotakan pejabat terkait dari Kemenko Kemaritiman, Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta akademisi dari Universitas Indonesia (UI).

Mereka turut mempresentasikan 6 paparan teknis, menjadi panelis dalam diskusi panel bertajuk “Making Geographical Names Data Accessible and Available” dan Vice Chair dalam Technical Committee II terkait Toponymic Data Files and Gazetteers. (fer)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners