Rekomendasi

Siaga Serangan Monyet, Ini Yang Akan Di Lakukan Polisi

Jumat, 11 Agustus 2017 : 17.46
SUKOHARJO - Meski hingga sekarang belum ada laporan kawanan monyet menyerang warga pedesaan, di Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Munculnya primata yang dikenal suka bergerombol turun ke kawasan permukiman penduduk desa akhir-akhir ini sudah meresahkan warga.

Menindaklanjuti keresahan tersebut, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi langsung mengintruksikan kepada anggotanya untuk mengecek wilayah atau desa mana yang sering dilaporkan ada migrasi kawanan monyet turun ke ladang atau rumah penduduk..

"Kami sudah perintahkan Kapolsek untuk mengecek desa mana yang sudah dirambah kawanan monyet ini, entah merusak ladang atau masuk rumah penduduk, tolong segera dilaporkam. Nanti akan kami tindak lanjuti," kata Kapolres, Jumat (11/8/2017).

Tak hanya itu, Kapolres secara langsung juga telah mendatangi beberapa lokasi yang disebut warga sering dirambah kawanan primata ini.

Dari peninjauan di wilayah yang berada di ujung selatan Kota Makmur itu, diperoleh informasi bahwa dulunya pegunungan dekat pemukiman warga banyak pepohonan sumber makanan monyet.

Namun saat ini, kondisinya sudah berbeda, pepohonan itu sudah jarang bisa dijumpai.

"Kata warga disana, dulu pegunungan diatas desa banyak sumber makanan, kemungkinan karena sudah tidak ada lagi sumber makanan, maka kawanan monyet ini turun ke pemukiman," terang Kapolres

Monyet ini merupakan primata yang kelangsungan hidupnya mengandalkan sumber makanannya dari buah-buahan di hutan dan dedaunan muda.

Dari pengecekan dilokasi,itu, Kapolres sudah menyampaikan kepada Bupati untuk bersama-sama melakukan gerakan penghijauan menanam pohon sumber bahan makanan monyet.

"Sementara ini kami simpulkan, monyet yang migrasi ke pemukinan ini karena kekurangan air dan bahan makanan. Bupati sudah setuju, tinggal menunggu kapan pelaksanaannya. Adapun pohon yang akan ditanam adalah Jambu Mete atau Jambu Monyet dan pohon Carsen (dalam bahasa Jawa biasa disebut Carsen)," ujar Iwan

Sebelumnya, keluhan serangan kawanan monyet juga pernah disampaikan Kades Tiyaran, Sunardi.

Menurutnya, belasan hektare (ha) lahan lungguh atau tanah kas perangkat Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, dibiarkan bera (mengering) lantaran kalah oleh kawanan monyet. Menurutnya, serangan kawanan kera sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Tanah lungguh kadus di Gunung Sepikul dan Brenggalan tidak berfungsi sama sekali karena sering di serbu kawanan monyet. Apa pun tanamannya pasti dicabuti dan dimakan. Semua tanah lungguh itu berdekatan dengan pegunungan," tandasnya. (Sapto/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners